Over Load, Evaluasi Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit

MALANG- Hari ini, Wali Kota Malang Sutiaji bakal mengumpulkan seluruh pimpinan rumah sakit di Kota Malang yang menjadi rujukan Covid-19. Karena sudah banyak rumah sakit yang tidak menerima lagi pasien Covid-19 akibat tidak lagi tersedia Kasur (bed) di ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

 “Besok kita kumpulkan semua pimpinan rumah sakit. Kami ingin lihat data dan ingin tahu kondisi paling baru tentang kondisi di masing-masing rumah sakit rujukan Covid-19,” kata Sutiaji kepada wartawan New Malang Pos, kemarin.

Hal ini juga akan menjadi bahan evalauasi penanganan Covid-19 di Kota Malang. Terutama sejak angka pasien positif Covid-19 Kota Malang bertambah lagi dengan jumlah besar. Sampai dengan akhir pecan kemarin, jumlah positif Covid-19 mencapai 248 orang.

 “Sebenarnya tambahan ini juga banyak dari golongan PDP dari berbagai rumah sakit yang menangani pasienya. Makanya data nya ini akan kami cek-cek lagi. Agar mengetahui treatment seperti apa yang dilakukan di tiap rumah sakit,” tegas Sutiaji.

Ia menambahkan, cara treatment yang dilakukan tiap rumah sakit akan dilihat. Dalam pertemuan hal ini akan dilihat dan dipantau untuk evaluasi. Jika mengetahui pola treatment yang dilakukan akan diketahui mana yang berhasil mana yang belum maksimal. Jika mengetahui poin ini, maka akan diketahui treatment seperti apa yang perlu dikembangkan lebih maksimal.

“Karena kita harus tahu juga treatmentnya seperti apa. Angka pasien positif banyak juga yang awalnya dari PDP. Kalau misal treatmentnya baik PDP bisa sembuh dan tidak positif,” terang pria kelahiran Lamongan ini.

Ia melanjutkan untuk penambahan angka pasien positif dan ketersediaan bed yang semakin terbatas, hal ini juga akan dicarikan solusinya. Salah satunya mendorong RSUD Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur dalam penambahan bed di RSUD Kota Malang.

Sebelumnya RSUD Kota Malang sudah mengajukan permohonan penambahan sarpras yakni bed untuk pasien Covid-19 kurang lebih 25 jumlahnya.

“Dan saya mulai cek-cek ke rumah sakit swasa lainnya. Kemarin saya tanya ke RSI Aisyiyah memang sempat penuh. Tapi kemudian ada lagi yang kosong. Memang jumlahnya harus update terus,” tegas Sutiaji.

Dikatakannya pula RS Saiful Anwar pun sudah mulai memindahkan pasien-pasien Covid-19 nya di Graha Puspa (Paviliun) yang memang sudah didesain khusus untuk pasien Covid-19. Dengan fasilitas kesehatan yang juga memadai.

Ditambah, rumah karantina Kota Malang juga mulai dioperasikan. Hal ini bisa mengurangi beban ketersediaan bed di rumah-rumah sakit. Karena pasien covid-19 yang kondisi fisiknya baik (tidak komorbid) akan diirawat saja di rumah karantina gedung Balai Diklat di Jalan Kawi. (ica/aim)