Mulai Data Lansia Sasaran Vaksinasi

NewMalangPos – Warga lanjut usia (lansia) Kota Malang bersiaplah menerima jatah vaksin Covid-19. Pemkot Malang mulai mendata. Di tahap awal prioritasnya lansia dari kalangan tenaga kesehatan (nakes). Salah satu syaratnya tak alami  kesulitan menapak lebih dari 10 tangga.  (baca grafis di Koran New Malang Pos edisi 10 Februari 2021)

Hal ini ditegaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni SH saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (9/2). Pendataan ini memang terkesan mendadak. Pasalnya pemerintah pusat melalui BPOM baru saja mengeluarkan izin pemberian vaksin kepada warga berusia 60 tahun lebih.

“Kami mulai melakukan pendataan,” tegas Winarni. Izin yang diberikan BPOM RI diketahui baru keluar pada 7 Februari 2021. Jenis vaksin yang digunakan juga tidak berbeda dengan yang digunakan saat ini. Yakni Sinovac. Dari situlah seluruh daerah kini diminta melakukan pendataan.

Mekanisme pendataan ini pun dilakukan melalui dua tahap. Pertama lanjut Winarni, pihaknya sudah mulai mencermati data yang ada di SI-SDMK (Sistem Informasi SDM Kesehatan). Tahap tersebut tengah dilakukan dalam pekan ini oleh Dinkes.

 “Nah misalnya di SI-SDMK ini kita belum dapat data validnya, atau tidak keseluruhan maka kita akan minta bantuan dari organisasi profesi kesehatan. Tujuannya mencari data nakes yang masih aktif yang usianya 60 tahun ke atas,” papar Winarni.

Saat ditanya kapan pendataan ditarget selesai, Winarni belum dapat menjelaskan kepastian tanggalnya. Hanya saja instruksi pemerintah pusat sebelum vaksinasi tahap kedua, yakni vaksinasi untuk pelayan publik yang dijadwalkan menerima vaksin sekitar bulan Maret hingga April. Maka diperkirakan  lanjut Winarni, vaksin lansia nakes di rentang waktu sebelum vaksinasi kepada pelayan publik.

“Nanti akan ada syarat tertentu. Untuk lansia yang akan menerima vaksin kita lihat juga kondisi kesehatan yang bersangkutan,” tegas Winarni.

Sementara menurut arahan Kemenkes, lansia nakes yang bisa divaksinasi ditentukan dari beberapa kriteria tertentu. Ini berkaitan dengan kondisi fisik terkininya. Di antaranya tidak kesulitan naik lebih dari 10 tangga.

Lalu tidak memiliki penurunan aktivitas fisik (sering merasa kelelahan). Kemudian tidak memiliki 4 dari 11 penyakit (Hipertensi, diabets, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal).

Selain itu tidak mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter. Juga tidak mengalami penurunan berat badan dalam setahun. “Untuk kapan akan divaksinnya ini nanti bergantung juga pada pendataan kita. Jika sudah selesai data akan disubmit. Diproses di Kemenkes dan barulah vaksin akan turun dengan jumlah dosis yang diajukan sesuai pendataan,” papar Winarni.

Sementara itu hingga kini, pemberian vaksinasi baru dilakukan untuk kalangan nakes saja. Dari jumlah nakes yang terverifikasi, terdapat 9.546 nakes yang mendapat vaksin Covid-19 dari total 13.540 nakes sasaran. (ica/van)