MCW Pertanyakan Anggaran Drainase Rp 5,7 Miliar

MASIH BANJIR: Malang Corruption Watch (MCW) mempertanyakan proyek drainase 2020 yang tujuannya untuk mencegah banjir, tapi malah banjir terus terjadi hingga saat ini.(dok. Newmalangpos)

NewMalangPos, MALANG – MCW mempertanyakan kemanfaatan anggaran Rp 5,7 miliar untuk proyek rehabilitasi drainase tahun 2020 lalu. Ada 15 proyek besar rehabilitasi drainase, tapi banjir tetap dirasakan sampai saat ini.

Wakil Koordinator Malang Corruption Watch (MCW), Ibnu Syamsu Hidayat menyampaikan, setidaknya ada 15 proyek yang dilakukan oleh Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) terkait rehabilitasi drainase dan gorong-gorong. Hanya saja, masyarakat mengeluhkan banjir tetap terjadi dan dianggap belum menyelesaikan permasalahan banjir di Kota Malang.

“Masyarakat masih merasakan banjir beserta dampaknya. Masyarakat juga sudah bisa menilai sendiri,” ujar Ibnu kepada New Malang Pos, kemarin.

Dijelaskannya, proyek yang telah dilaksanakan ini tersebar di 11 kelurahan di Kota Malang, dengan total ada 15 proyek terkait rehabilitasi drainase dan gorong-gorong dalam upaya pencegahan banjir. Data yang dirilis oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang pada tahun 2020 lalu, menyebutkan setidaknya Kota Malang telah menggelontorkan dana senilai Rp 5,7 miliar.

“Kami coba akan desak DPRD untuk membicarakan terkait kasus ini. Kami akan terus melakukan agitasi dan propaganda kepada masyarakat bahwa PBJ sektor drainase yang dilakukan oleh Pemkot Malang dibeberapa titik ruas jalan tidak memiliki dampak sama sekali kepada keamanan berkendara masyarakat,” terang Ibnu.

Selain itu pihaknya juga akan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menelusuri apakah ada praktik KKN dalam pembangunan proyek itu.

Di sisi lain anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman menanggapi hal ini dengan serius. Pihak DPRD akan siap untuk bertemu MCW terkait pembahasan hal ini.

“Tentu kami siap menerima, apa yang akan disampaikan. Kami akan tunggu suratnya lalu akan dijadwalkan untuk waktunya,” ungkap Fuad.

Fuad juga mengaku memang banyak keluhan dari masyarkat terkait banjir ini. Dirinya yang sempat meninjau beberapa titik banjir di Kota Malang seperti di daerah Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Diakuinya, saluran drainase dan gorong-gorong yang sudah ada masih belum maksimal dalam menampung dan mengalirkan air hujan.

“Kami juga mendapat keluhan dari masyarkat. Kami dari dewan akan sampaikan ke pemkot khususnya Dinas PUPRPKP yang menangani itu untuk bisa mengatasi permasalahan yang ada, seperti yang di Letjen Sutoyo itu,” tandas politisi asal PKS tersebut. (dj7/aim)