Malang Raya Harus Bersih dari Radikalisme dan Separatisme

NEW MALANG POS, Malang – Gabungan organisasi pemuda dan mahasiswa se Malang Raya yang tergabung dalam Sinergi Anak Negeri Se-Malang Raya menyatakan komitmen untuk menangkal gerakan radikalisme dan separatisme yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Demikian salah satu poin pernyataan sikap Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya yang didalamnya tergabung Kelompok Cipayung seperti HMI, GMNI, PMII, Banser , GP Ansor, Pemuda Pancasila, GM FKPPI, perwakilan Aremania, serta Putra dan Putri Duta Pancasila , hadir pula perwakilan mahasiswa Papua yang studi di Malang, dan beberapa elemen media se-Malang Raya di Kota Malang,Senin (30/11).

Dalam pernyataan sikap yang dikirim ke New Malang Pos dan dibacakan masing-masing perwakilan itu menegaskan bahwa NKRI
adalah karya besar perjuangan anak anak Bangsa yang berhasil diperoleh dari bersatunya segala perbedaan agama, suku dan ras yang tumbuh lahir di Indonesia

“ NKRI adalah karya nyata perdamaian dari para pejuang pejuang dari Sabang sampai Merauke yang menanggalkan semua ego serta dominasi kelompok tertentu,meski terpisah laut dan darat, terpisah antar pulau dan kekayaan yang beragam, tapi mereka tunjukan jiwa besarnya bersatu dalam Indonesia,” tegas Kasatkorcab Banser M. Chilmi Wildan

Negara Kesatuan Republik Indonesia, lanjut pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan GP Ansor, adalah komitmen besar semua antar anak bangsa dari Sabang sampai Merauke untuk tetap menjaga mengamalkan nilai nilai Pancasila dengan tetap hormat menghormati dan menjunjung tinggi nilai nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.

Ditambahkan Azizah Zamzam, perwakilan dari PMII Kab. Malang bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah cita cita seluruh segenap kehidupan bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur

“ Bagi kami pemuda dan pemudi Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah final.Final untuk tetap dipertahankan dan jangan ditawar tawar. NKRI Harga Mati. Jika sekarang ini muncul tindakan tindakan berupa hasutan, ujaran kebencian, gerakan gerakan yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI, maka pemuda dan pemudi bersama rakyat serta TNI Polri siap menghadapinya,” lugas aktifis perempuan muda ini.

new malang pos
Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Pusat GM FKPPI yang juga Ketua PD XIII GM FKPPI Ir.R.Agoes Soerjanto (no 4 dari kiri) saat acara Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya.

Disambung, Rio Zhanuar didampingi Ferry Panca dari Generasi Muda FKPPI, menegaskan bahwa Pemuda dan Pemudi Indonesia dari Sinergi Anak Negeri Se-Malang Raya mengajak semua komponen Bangsa serta pemerintah untuk aktif membangun solidaritas persatuan dan kesatuan NKRI.

Pembacaan pernyataan sikap dilanjutkan, Azis Sudrajat, Ketua DPC GMNI Malang Raya, yang mengajak semua anak bangsa untuk mempererat tali persaudaraan antar suku agama dan ras.

“ Kita menyatakan tekat siapapun yang menyokong dan berbuat radikalisme dan separatisme terhadap Bumi Pertiwi, kami Pemuda dan Pemudi Indonesia yang berada di wilayah Malang Raya siap akan menghadapinya. Bumi Arema harus bersih dari radikalisme dan separatisme,” tegasnya.

Perwakilan MPC Pemuda Pancasila Kota dan Kabupaten Malang mengajak untuk semua pihak bersama sama merekatkan persaudaraan kebangsaan. “ Kita bersama saudara saudara kita dari Papua sebagai bagian anak bangsa NKRI, kita majukan bersama tanah Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI, kita cintai Papua sebagai saudara kandung NKRI,” tegasnya.

Diakhir pernyataan sikap, Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya memberikan ajakan agar diberikan keleluasaan hak dan akses saudara saudara kita dari Papua untuk bekerja berkarya dan berprestasi untuk Merah Putih, Untuk Pancasila dan NKRI.

“ Mari bersama kita jaga indahnya bhinneka Tunggal Ika. Hanya Bendera Merah Putih yang berkibar di Bumi Pertiwi. Salam Bhinneka Tunggal Ika, Salam Pancasila, Salam NKRI Harga Mati,” akhir pernyataan sikap yang diakhiri oleh perwakilan Banser Kota Malang.

Dalam kesempatan itu, juga disampaikan ikrar Duta Pancasila yang dibacakan enam perwakilan Duta Pancasila Malang Raya, selain juga dibacakan teks Pancasila oleh mahasiswa asli Papua di Malang, Fernando David Iggesi dari Teluk Wondama, juga Orasi Kebangsaan oleh tokoh masyarakat Arema yakni Ovan Tobing, serta pernyataan dari mahasiswa Papua oleh Musa Nehemia Kurube asal Kabupaten Teluk Wondama yang studi di STIA Malang. (nug)