NMP
Newmalangpos

NewMalangPos, Malang – Pandemi dan PPKM masih membawa dampak kepada banyak pihak, kali ini dampak tersebut dirasakan oleh para pedagang buku-buku seken. Rendahnya kunjungan dan transaksi ini karena saat ini akses buku juga telah banyak beredar di internet.

Sejak pandemi berlangsung mulai Maret 2020 lalu, kunjungan dan transaksi untuk buku-buku seken kian merosot tajam. Tidak banyak dari para pedagang buku-buku seken ini dapat bertahan digerus oleh kondisi seperti ini.

Hal tersebut diungkap oleh M. Munip, salah satu warga asal Kasin, yang kerap berjualan di Pasar Buku dan Seni Velodrome, bahwasanya saat ini hanya menyisakan lima hingga sepuluh orang saja yang aktif berjualan di sana, karena kunjungan sangat sepi dan minim sekali pembeli.

“Mungkin tinggal lima orang yang buka sejak pagi, terus siang biasanya ada lima orang lagi yang buka,” ujar Munip.

“Kadang memang ada yang dapat, ada yang tidak dalam sehari, yang jelas kondisinya sepi seperti ini,” lanjut dia.

Dirinya saat ini pasrah saja karena menanggap rezeki itu sudah ada yang mengatur. Dirinya juga menyampaikan memang kunjunganya berkurang sejak pandemi berlangsung bahkan PPKM yang saat ini berlangsung tidak berdampak signifikan karena memang sudah lama sepi.

“Ya ada beberapa yang mencari apabila di Wilis tidak ketemu buku yang dicari, biasanya ke sini tapi itu jarang,” ungkap pria asal Kasin tersebut.

Meskipun kondisi pasar dan tempat daganganya sangat sepi dan minim kunjungan, dirinya tetap buka setiap hari dari pagi hingga sore.

“Biasanya pukul 09.00 WIB sudah buka sampai nanti pukul 16.00 WIB, tapi itu juga belum tentu tergantung kondisi pasar,” tandas Munip.

“Rezeki sudah ada yang mengatur, kita harus memaklumi kondisi memang lagi seperti ini. Tentu tetap bersyukur karena kadang juga tiba-tiba ada yang beli sesuatu, bahkan sempat sehari delapan orang,” tandas pria yang aktif berjualan buku-buku pelajaran ini.

PPKM yang saat ini berlangsung tentu akan menambah dampak baik positif atau negatif di masyarakat. Munip sejatinya juga ingin beradaptasi dengan merambah dunia digital melalui sang anak.

Upaya tersebut terhenti karena peminat buku masih banyak protes akan hal-hal kecil seperti coretan-coretan kecil dan warna bukunya, banyak permintaan buku yang bagus dan masih mulus. Itulah yang masih menjadikan Munip bersama dengan teman pedagang yang lain belum bisa maksimal menjajaki dunia online dan memilih untuk tetap aktif berjualan secara offline. (dj7)