Jangan Kendor Disiplin Prokes

new malang pos
Operasi yustisi digelar untuk meneggakkan disiplin protokol kesehatan di masa PPKM jilid kedua di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. (NMP-IPUNG PURWANTO)

Dua Jam Operasi Yustisi, Jaring 77 Pelanggar

NewMalangPos, MALANG – Pemerintah Kota Malang makin serius menegakkan protokol kesehatan (Prokes) pada masa PPKM jilid kedua ini. Tak hanya malam hari, operasi yustisi juga tetap dilakukan pada siang hari untuk menjaring masyarakat yang masih abai terhadap Prokes. Hingga kini, kesadaran masyarakat terhadap Prokes saat ini dinilai menurun.

“Selama 2 jam kami operasi sudah ada 77 pelanggaran yang tidak menggunakan masker,” kata Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi usai operasi yustisi di Jalan Soekarno Hatta depan Taman Krida Budaya kepada New Malang Pos, Rabu (27/1) kemarin.

Priyadi melanjutkan, operasi tersebut dilakukan dengan sidang di tempat yang tidak dilakukan pada PPKM pertama.

“Kalau PPKM kemarin itu kita tidak ada operasi yustisi sidang di tempat. Hanya teguran lisan, teguran tertulis, tindakan penyegelan itu di pelaku usaha. Tapi untuk non-yustisi itu tetap dilakukan kecamatan, juga bagi masker sambil tindakan seperti yang sudah kita lakukan, terkait pembacaan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, itu non-yustisi. Ini yustisi yang kami gelar,” urainya.

Nantinya operasi tersebut juga akan tetap dilakukan meski masa PPKM telah berakhir. Tujuannya agar masyarakat benar benar menyadari pentingnya protokol kesehatan

“Kami sudah koordinasi dengan teman-teman Satpol termasuk dengan bagian hukum. Ini memang minimal setiap bulan satu kali diadakan operasi yustisi sidang ditempat,” tandas Priyadi.

Sementara itu, salah satu warga yang terjaring operasi yustisi tersebut, Nur Laili mengakui, dirinya melakukan pelanggaran Prokes dengan tidak menggunakan masker. Namun ia menyebut dirinya melakukannya secara tidak disengaja.

“Keseharian saya memakai masker, tapi saat ini memang tidak menggunakan masker. Ya mungkin apes saya dan memang bagus ini bisa mengingatkan saya dan warga lain untuk kewajiban Prokesnya,” ujarnya. (ian/aim)