Emak-Emak Terdampak Dilatih Jadi Make Up Artis

new malang pos
Kepala Seksi Pengembangan dan Penguatan Usaha Bidang Usaha Mikro (Diskopindag) Kota Malang, Asih Siswanti, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lea Mahdarina S.T dan Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah Diskopindag Kota Malang Nugroho Dwiputranto usai memberi arahan yang berasal dari Pokir DPRD Kota Malang. (NMP-IAN NURMAJIDI)

NewMalangPos, MALANG – Sebagai upaya pemulihan ekonomi, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mengadakan pelatihan make up bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro atau salon yang terdampak pandemi. Pelatihan make up ini menggunakan dana Pokir (Pokok Pikiran) dari Komisi B DPRD Kota Malang tahun 2021.

Pelatihan tersebut didasari besarnya peluang jasa make up yang sangat dicari masyarakat saat ini.

“Satu kali make up, orang itu minimal mengeluarkan biaya Rp 300 ribu. Itu peluang yang harus ditangkap. Sedangkan kursus MUA (Make Up Artist) sekarang minimal Rp 1,5 juta. Kami fasilitasi supaya masyarakat mendapatkan kursus gratis. Ibaratnya peluang kerja bagi mereka,” terang Kepala Seksi Pengembangan dan Penguatan Usaha Bidang Usaha Mikro (Diskopindag) Kota Malang, Asih Siswanti kepada New Malang Pos disela acara Pembinaan dan Pelatihan Make Up di Hotel Atria, Senin (8/2) kemarin.

Lebih jauh Asih mengungkapkan, peluang usaha make up tersebut juga mudah ditemukan dimanapun. Selain itu banyak aktifitas yang membutuhkan peran penting seorang make up artis.

“Mahasiswa di Kota Malang saja ada berapa setiap tahunnya yang wisuda berapa. Itu peluang. Ada pesta, pertunjukan pertunjukan, hingga fashion show. Itulah saya mengajak teman teman menangkap peluang itu tadi,” jelas Asih.

Pelatihan yang digelar selama empat hari tersebut diatur sedemikian rupa dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Tiap hari dibatasi maksimal 60 orang peserta dan aktifitasnya dibatasi.

“Kami juga memberi fasilitas protokol kesehatan seperti masker faceshield, hand sanitizer dan tisu basah. Jadi kita tetap memproteksi yang bersangkutan dengan Prokes ketat,” ungkapnya.

Asih melanjutkan, usai pelatihan kali ini, tiap peserta akan mendapatkan pendampingan atau pelatihan lanjutan. Agar tiap peserta tidak mengalami kesulitan saat memasarkan jasanya.

“Setelah ini tentu kita akan mentreatmen yang lain bagaimana caranya ibu-ibu disini menjajakan jasanya melalui apa?. Nanti ada lagi lanjutannya terkait dengan technopreneur,” ungkap Asih.

Dengan demikian, Asih berharap pelatihan make up ini mampu menjadi salah satu jalan keluar bagi usaha mikro untuk bertahan dalam masa pandemi dan meningkatkan pendapatan ekonominya.

“Apalagi seperti kita tahu hampir semua (salon) tutup. Ada ratusan, sekarang mulai buka pun masih sepi. Karena mana ada orang yang berani ke salon karena masker dibuka. Jadi kita harap ini nanti meningkatkan ekonominya,” harapnya. (ian/aim)