Dorong Terminal Madyopuro Jadi Rest Area Wisata

NEW MALANG POS, MALANG- Terminal Madyopuro tetap akan diajukan kembali revitalisasi menjadi kawasan rest area atau terminal wisata. Mengingat tahun ini tertunda akibat pandemi Covid-19.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang tidak akan mengajukan kembali usulan revitalisasi terminal ini tahun depan. Hanya saja, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang masih punya keyakinan akan bisa untuk diajukan. Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto menegaskan, rencana merevitalisasi Terminal Madyopuro tetap akan dilakukan.

“Ya memang pengajuannya harus dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Disporapar,red). Karena dananya dari kementrian pariwisata. Nanti kita akan koordinasikan lagi untuk mengajukan kembali,” tegas Handi.

Ia menjelaskan, rencana ini sangat berdampak positif bagi Kota Malang jika diwujudkan dan direalisasikan. Pasalnya konsep Terminal Madyopuro menjadi Terminal Wisata/Rest Area memungkinkan perkembangan pembanguan dari banyak sisi.

Dijelaskannya sisi pariwisata tentu akan sangat berdampak. Jika Terminal Madyopuro memiliki rest area maka nantinya akan dirancang rute wisata yang lebih baik. Seperti wisatawan yang hendak ke Bromo dapat disediakan tempat disana.

“Biasanya ngumpulnya di depan stasiun jadi ramai disana. Kalau ada Terminal Madyopuro yang sudah direvitalisasi semua akan dipusatkan disana untuk menuju Tumpang,” tegasnya.

Kemudian terminal ini akan pula menjadi rest area bagi warga-warga luar maupun dalam luar Kota Malang yang mengakses Tol Pandaan-Malang. Disana akan dipenuhi kegiatan jual beli seperti produk asli Kota Malang hingga kuliner Kota Malang.

Sebelumnya, terminal yang berada di Jalan Danau Jonge Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang (depan Exit Tol Madyopuro) ini hendak dijadikan terminal dengan konsep wisata. Mengggunakan pusat dana berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3,2 miliar.

Pembangunannya direnakan dilakukan tahun ini. Hanya saja pandemi Covid-19 menyerang dan terjadi re alokasi dan re focusing anggaran. Kemudian seluruh pembiayaan daerah yang berasal dari DAK ditarik untuk dana penanganan Covid-19. (ica/aim)