new malang pos
Wahyu Setianto

NewMalangPos, MALANG – 418 koperasi tidak aktif di Kota Malang didorong untuk melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang sudah melakukan pemantauan dan pendampingan agar koperasi itu dapat aktif dan melakukan RAT sebagai kewajiban yang harus dilakukan koperasi.

Hingga 2020 lalu jumlah koperasi yang ada di Kota Malang tercatat sebanyak 759 koperasi. Dari jumlah ini yang aktif hanya 341 koperasi saja. Tingkat keaktifan ini diukur dari dilakukan tidaknya Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kepala Diskopindag Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM menjelaskan, RAT secara daring dapat dilakukan melalui telekonferensi, video konferensi atau sarana media elektronik lainnya yang memungkinkan.

“Untuk syarat kuorum dan sahnya pengambilan keputusan RAT adalah sesuai perhitungan jumlah peserta yang mengikuti rapat anggota melalui daring tadi. Dan wajib dibuat risalah rapat ditandatangani notulis dan pimpinan rapat,” tegas Wahyu.

Pihaknya mengimbau RAT dilakukan dengan maksimal bagi koperasi-koperasi yang ada di Kota Malang. Terlebih ditengah pandemi, alasan tidak melakukan RAT tidak dapat dipakai. Pasalnya Pemkot Malang memberi imbauan RAT dapat dilakukan dengan daring.

RAT tahun ini diimbau tegas dilakukan secara daring. Hal ini merujuk pada Permen KUKM No 19 Tahun 2015, Surat Gubernur Jatim No 30 tahun 2020 dan Perwal Kota Malang No 30 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes sebagai Upaya Pencegahan dan Pengandalian Covid-19 di Kota Malang.

Meski diimbau ketat dilakukan secara daring, RAT yang dilakukan secara tatap muka atau luring masih bisa dilaksanakan. Dengan prokes ketat dan aturan khusus. Wahyu menjelaskan aturannya diantaranya mengenai kapasitas. Yakni hanya diikuti dengan hanya memenuhi 50 persen dari kapasitas gedung atau tempat kegiatan. Wajib menerapkan prokes 3 M. lalu dilakukan pengecekan suhu tubuh maksimal 37,3 derajat celcius.

“Masih ada sekitar 418 koperasi yang digolongkan tidak aktif. Masih akan kita pantau sampai saat ini. RAT harus dilakukan. Pemantauan akan terus dilakukan, nanti akan ada petugas lapangan mengecek langsung ke koperasi-koperasi tidak aktif itu,” pungkas Wahyu. (ica/aim)