Dekatkan Layanan Satpas ke Masyarakat

new malang pos
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Forpimda melihat layanan Satpas di Bus Arema Police Sobo Kelurahan yang baru dilaunching. (NMP-IPUNG PURWANTO)

Bus Arema Police Sobo Kelurahan

NewMalangPos, MALANG –  Polresta Malang Kota meluncurkan di halaman Mapolresta Malang Kota, Jumat (22/1/2021) . Inovasi layanan jemput bola ke masyarakat itu akan memberikan layanan mulai dari  SPKT laporan kehilangan, pengaduan dan juga SKCK. Ada Samsat keliling untuk pembayaran pajak kendaraan dan juga perpanjangan SIM.

Launching dilakukan bersama Wali Kota Malang Drs. Sutiaji dan jajaran Forkopimda. Dengan adanya bus ini, layanan yang sebelumnya hanya ada di Satpas atau Samsat bisa dilakukan secara mobile, berkeliling ke tempat keramaian dan menyambangi kelurahan-kelurahan.

“Kami langsung menyentuh ke kampung tangguh yang ada di kelurahan, jadi langsung ke masyarakat. Pelayanan ini jemput bola tidak harus menunggu masyarakat datang. Kami akan mendekatkan diri ke masyarakat dengan mendatangi beberapa titik lokasi,” jelas Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Inovasi ini dikatakan Leo, sapaannya, merupakan yang pertama di Jawa Timur. Diungkapkan, kendaraan tersebut dipercayakan untuk Mapolresta Malang Kota yang berasal dari Mabes Polri.

“Kami cukup beruntung karena mendapatkan kendaraan ini dari Korlantas Mabes Polri. Tentunya lewat pertimbangan-pertimbangan bahwa Kota Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution lebih jauh menjelaskan, layanan tersebut untuk sementara ini diadakan pada hari Selasa dan Jumat saja.

“Untuk lokasinya setiap pelannya akan kami awali dengan 1 minggu 2 kali dulu. Bus ini akan beroperasi di jam tertentu di beberapa titik yang ada di Kota Malang. Seperti Selasa di Taman Krida Budaya dan Jumat di Stadion Gajayana pukul 08.00 sampai 11.00,” rinci Rama, panggilannya.

Dengan adanya pelayanan baru tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi layanan yang telah ada. Dicontohkannya, untuk pengurusan SIM, permintaannya hingga mencapai 400 pemohon setiap harinya di kantor Satpas. Setelah ada layanan tambahan ini akan membantu mencetak SIM hingga 100 pemohon.

“Cetaknya bisa 100 kurang lebih. Pembayarannya sama harganya sama saja dengan perpanjangan di Satpas. Nanti pembayarannya lewat BRI langsung biar langsung kita tidak menerima pembayaran dari petugas. BRI juga hadir di tengah tengah masyarakat,” tutup Rama. (ian/aim)