Cetak 50 Pramuka Kader Bela Negara

new malang pos
Kwarcab Pramuka Kota Malang menyiapkan program program Pendidikan Dasar Bela Negara untuk Pramuka di Kota Malang.

NewMalangPos, MALANG – Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Malang menyiapkan program baru di tahun ini. Program ini merupakan tindak lanjut dari program yang telah dilakukan oleh Kwarnas bersama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia beberapa waktu lalu. Tujuannya menyiapkan satuan Pramuka sebagai komponen cadangan bagi negara saat dibutuhkan.

“Kami akan adakan program Pendidikan Dasar Bela Negara. Karena Kwarnas sudah bekerjasama dengan Kemenhan di tingkat pusat sampai dua gelombang. Hal ini kami terjemahkan untuk di tingkat daerah. Di triwulan pertama tahun ini bisa dilaksanakan,” ujar Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang, Heri Sunarko, kepada New Malang Pos, Rabu (27/1) kemarin.

Melalui program ini menurutnya, setidaknya akan mencetak 50 anggota Pramuka tiap tahunnya. Tentunya yang dapat mengikuti harus memiliki beberapa kriteria yang akan ditentukan.

“Fisik, usia, kesehatan dan kemampuan. Itu yang paling utama. Setiap tahun akan mencetak sekitar 50 kader. Kecuali kalau sudah tidak pandemi, jelas bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

Heri juga sedikit memberi bocoran, tiap anggota atau kader yang mengikuti pelatihan tersebut akan menerima beberapa materi khusus tambahan. Materi tersebut diberikan beberapa instruktur yang berkompeten, baik dari TNI-Polri, Bakesbangpol hingga kader nasional yang telah menerima materi tersebut dari pusat.

“Materinya meliputi tentang wawasan kebangsaan, tanggap bencana, emergency rescue hingga komunikasi lapangan. Dan itu nanti akan ada sertifikat khususnya,” ungkap Heri.

Dengan mengikuti program pelatihan tersebut, diharapkan anggota Pramuka Kwarcab Pramuka Kota Malang dapat berpartisipasi aktif kepada bangsa dan negara. Karena ini merupakan program baru, maka secara teknis akan dilakukan oleh Bagian Abdimas Humas Bela Negara Kwarcab Kota Malang.

“Bela negara ini karena Pramuka itu bergerak di sosial masyarakat, maka tidak dalam bentuk perang saja tapi tugas kemasyarakatan siap diterjunkan dalam kondisi apapun,” tegas Heri. (ian/aim)