new malang pos
Wali Kota Malang Sutiaji meninjau titik jembatan Bandulan yang longsor di terjang air hujan yang cukup deras pada Rabu (12/1). (NMP-IAN)

NewMalangPos, MALANG – Akibat hujan deras beberapa waktu lalu, Kota Malang masih diterjang bencana alam berupa banjir dan longsor. Rabu (13/1) kemarin, Wali Kota Malang Sutiaji meninjau lokasi banjir di Kelurahan Arjowinangun dan longsor di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun.

Sutiaji mengungkapkan, ada saluran irigasi di Arjowinangun yang perlu dievaluasi. Akibatnya aliran air menjadi tidak lancar dan menyebabkan banjir.

“Ada irigasi yang ternyata dibelokkan alirannya. Aliran air itu dari utara harus belok, terus belok lagi, akhirnya terhambat dan meluap. Kami minta ke irigasi untuk kembali diluruskan,” kata Sutiaji.

Selain meninjau titik banjir di Arjowinangun, Sutiaji juga melakukan peninjauan di dua lokasi longsor di Kelurahan Bandulan, yakni tanah longsor di RW 04 dan jembatan ambrol di RW 05

“Karena memang curah hujan yang begitu deras dan lama. Sehingga air menghantam ke dinding ini, sehingga ini keropos dan ambrol,” terangnya.

Terkait kerugian dan biaya perbaikan menurutnya masih akan dihitung tim dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Perkiraan sebelum April jembatan ambrol tersebut sudah rampung untuk dilakukan perbaikan.

“Petunjuk Pak wali diganti konstruksi beton. Sekaligus ini saya bongkar, saya lebarkan. Dimensi bawah itu hanya 2,7 meter yang dari sana inletnya, outletnya malah justru kecil 1,7 meter. Nanti kita buat 3 meter semua lubangnya sehingga airnya bisa lancar mengalir ke sana. Nanti akhir Maret kami selesaikan,” urai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso.

Selain itu, juga akan dilakukan sudetan disekitar sungai tersebut. Harapannya agar aliran air dapat mengalir dengan lancar dan tidak sampai merobohkan fondasi disepanjang aliran sungai.

“Kemarin ini kan force majeur. Air hujannya kemarin cukup lama daerah Sukun. Airnya kebetulan mengalir ke sini. Nanti saya juga kebetulan ada tower di atas. Saya akan sudet yang di atas lewat membagi memecah lewat lahannya tower,” imbuh Soni, sapaan akrabnya. (ian/aim)