571 Ribu Warga Penuhi Syarat Vaksin Covid-19

NMP

NewMalangPos – 571.098 warga Kota Malang memenuhi syarat sebagai penerima Vaksin Covid-19. Namun jumlah calon penerima vaksin itu masih bisa berubah sesuai pendataan terkini yang dilakukan sesuai persyaratan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang Sri Winarni menjelaskan calon penerima vaksin sebanyak 571.098 itu sesuai data usia penduduk. Data tersebut diterima dari Dispendukcapil Kota Malang. Untuk diketahui, salah satu syarat penerima vaksin Covid-19 berusia 19 sampai 59 tahun. Sedangkan jumlah penduduk Kota Malang berdasarkan data per 1 Januari 2021 di Dispendukcapil sebanyak 933.739 jiwa.

Dari data jumlah penduduk tersebut, masih menunggu sinkronisasi pemerintah pusat. Kemudian diverifikasi terkait kondisi kesehatan warga. “Data itu akan disinkronkan dengan data di BPJS Kesehatan, terkait data kesehatan masing-masing orang. Nanti dari 500 ribu sekian itu siapa yang divaksin akan mendapat SMS khusus dari pemerintah pusat,” jelas Winarni.

Sementara itu data sementara, Kota Malang akan mendapat jatah 12 ribu vaksin jenis Sinovac. Rencanya  14 Januari 2020  nanti secara simbolis vaksinasi akan dilakukan pertama kali di Kota Malang.

Berbeda dengan Pemkab Malang. Rencananya vaksininasi Covid-19 baru dimulai awal Febuari mendatang. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo.

Ditemui usai mengikutin talk show pelaksanaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Malang, Arbani menyebutkan  saat ini pihaknya masih melakukan beragam persiapan. Terutama persiapan  tenaga kesehatan yang memberikan vaksin atau vaksinator.“Kami mempersiapkan dulu SDM. Sehingga saat pelaksanaan nanti, tidak ada kendala,” katanya.

Dia kembali menegaskan mereka yang ditunjuk sebagai vaksinator akan mengikuti pelatihan selama empat hari secara daring. Yakni 17-20 Januari 2021.

Dinkes Kabupaten Malang juga menyiapkan kendaraan penjemput vaksin yang rencananya akan didistribusikan mulai pekan depan.  

Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengatakan secara teknis Pemkab Malang sedang melakukan berbagai persiapan. Tidak terkecuali dukungan anggaran untuk pelaksanaan vaksin Covid-19. Pemkab Malang menyediakan anggaran Rp 5 miliar untuk mendukung kegiatan vaksin tersebut.

“Vaksinnya gratis, tapi ada dukungan untuk operasional. Contohnya pengambilan vaksin membutuhkan kendaraan, terus tempat penyimpanan dan lainnya. Itu juga membutuhkan biaya. Sehingga kami pun memberikan dukungan itu,” ungkapnya.

Dinkes  Kota Batu tengah membentuk tim pelaksanaan vaksin Covid-19. Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso MM mengatakan vaksin yang yang diterima Kota Batu tahap pertama bagi 1.662 tenaga kesehatan dan untuk sejumlah pejabat esensial. 

Rencananya ada empat tahap vaksinasi. Tahap 1 Januari-April untuk tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Tahap kedua juga waktu yang sama. Dengan prioritas tenaga yang memberikan pelayanan publik (TNI/ POLRI, aparat hukum, petugas bandara, stasiun, perbankan, pelabuhan, dan pelayanan publik lain, serta masyarakat usia lebih 60 tahun. Saya termasuk yang ikut tahap ini karena usia saya sudah diatasnya,” terangnya.

Kemudian tahap tiga April 2021- Maret 2022 untuj masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Dilanjutkan tahap empat April 2021 – Maret 2022 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin. (ica/ira/dj6/eri/van)