452 Kawasan Wajib PPKM Mikro

Kota Batu Hanya Terapkan di 5 Desa dan Kelurahan

NewMalangPos – Pemda di Malang Raya sudah menentukan desa dan kelurahan yang terkena kebijakan PPKM Mikro. Kota Malang dan Kabupaten Malang menerapkan di semua kelurahan dan desa. Kota Batu hanya di lima desa dan kelurahan.

Di Kota Malang terdapat 57 kelurahan. Sedangkan Kabupaten Malang terdiri dari 390 desa dan kelurahan. Sementara Kota Batu memiliki lima kelurahan dan 19 desa. Jika ditotal maka PPKM lanjutan yang berlangsung 9-22 Februari diterapkan di 452 desa dan kelurahan di Malang Raya. 

Khusus Kota Malang tak menerapkan PPKM Mikro per wilayah yang berkategori Zona Merah seperti  Instruksi Mendagri No 3 tahun 2021. Sebab Wali Kota Malang Drs H Sutiaji tak

sepenuhnya setuju dengan konsep PPKM Mikro sebagaimana kebijakan pemerintah pusat. 

Orang pertama di Pemkot Malang itu bikin kewajiban PPKM berlaku di seluruh kelurahan. Alasannya semua kelurahan di kota pendidikan ini memiliki posko Kampung Tangguh.

“Sebenarnya aturan ini seperti penguatan pengawasan di tingkat kampung, RW/RT sudah kita lakukan. Bahkan sejak awal pandemi. Nah PPKM Mikro ini sebenarnya sama saja, jadinya kita akan kuatkan fungsi Kampung Tangguh,” papar Sutiaji.

Baca juga : Usai PPKM Kedua, PPKM Mikro Diberlakukan di Kota Malang

Sutiaji merinci Kota Malang memiliki 96 Kampung Tangguh tersebar di 57 kelurahan yang ada di lima kecamatan. Untuk penguatannya,  ketua RW dan ketua RT serta lurah diminta memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Itu pun tanpa menutup wilayah.

“Kami juga lagi cari formula bagaimana bisa memberikan stimulus pada perangkat-perangkat RT. Mungkin akan kita berikan dana Rp 500 ribu tiap RT. Tapi masih kita bahas dulu apa regulasinya bisa dan ada untuk itu,” paparnya.

Mantan Wawali Kota Malang ini menjelaskan, fungsi Kampung Tangguh diperkuat dengan menambah armada atau personel pengawas. Personel Satpol PP dijadwalkan patroli rutin di kampung-kampung. Selain itu dimaksimalkan untuk pelaporan hingga tracing jika ada kasus Covid-19 di lingkungan masing-masing. 

Terkait PPKM Mikro ini, pada dasarnya Pemkot Malang tetap menjalankannya saja. Hanya saja ia memberikan kritik akan kebijakan ini. Menurutnya pemerintah pusat tidak tepat memberlakukan PPKM Mikro hanya di beberapa daerah.

“Pemberlakuan PPKM seharusnya tidak hanya di Malang Raya dan Surabaya Raya saja. Tapi seluruh daerah di Indonesia juga harus menerapkan kebijakan serupa. Karena orang-orang luar bisa keluar masuk dari mana saja,” jelas mantan anggota DPRD Kota Malang ini.

Pemkab Malang juga pastikan PPKM Mikro diterapkan di seluruh desa dan kelurahan. Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM  “Instruksi Mendagri No 3 tahun 2021 jelas, penerapan PPKM Mikro di seluruh desa dan kelurahan. Hanya saja yang membedakan teknisnya,” katanya.

Mantan Kepala Kantor Perumahan Kabupaten Malang ini menyebutkan, penerapan teknis PPKM Mikro tergantung zona penularan Covid-19 di wilayah masing-masing. Sebab penerapan dan penanganan di Zona Hijau berbeda dengan di Zona Kuning, begitu juga di Zona Orange atau Zona Merah. Di sinilah dibutuhkan pemetaan wilayah.

“Kalau tingkat kecamatan semuanya ada kasus Covid-19. Tapi untuk tingkat desa dari laporan yang saya terima ada yang zero. Ini yang nanti kami rumuskan,” tambah Wahyu sembari mengatakan masih menunggu instruksi Gubernur Jatim.

“Instruksi Mendagri No 3 tahun 2021 sudah jelas. Tapi teknisnya nanti ada di gubernur. Malam ini (tadi malam) akan ada rapat membahas ini, bersama gubernur, pangdam dan kapolda,” urainya.

Sementara itu Pemkot Batu mencatat lima desa dan kelurahan yang bakal menerapkan PPKM Mikro. Teknis pelaksanaan PPKM Mikro di lima daerah tersebut dirapatkan Selasa (9/2) pagi ini.

“Dari hasil pembahasan sementara ini ada lima desa dan kelurahan yang masuk dalam zona PPKM Mikro. Besok (hari ini) dirapatkan kembali bersama camat dan lurah, kepala desa seluruh Kota Batu,” jelas Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso MM.

Ia menerangkan, lima desa dan kelurahan yang masuk zona PPKM Mikro yakni Kelurahan. Ngaglik, KelurahanTemas, Kelurahan  Songgokerto, Desa Junrejo dan Desa Pesanggrahan. (ica/ira/eri/van)