Wujudkan Satu Data Indonesia

new malang pos
Diskominfo dan BPS Kota Batu mengikuti arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait MoU Satu Data Indonesia di Balai Kota Among Tani Batu.

NewMalangPos, KOTA BATU-Data merupakan salah satu bentuk kekayaan yang berharga. Mengingat dalam setiap pengambilan kebijakan publik dalam setiap sektor membutuhkan data yang valid. Untuk mewujudkan hal tersebut, Diskominfo Kota Batu menandatangi komitmen Satu Data Indonesia (SDI) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu.

Kepala Diskominfo Kota Batu Agoes Machmoedi mengatakan dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara Diskominfo Kota Batu dan BPS Kota Batu diharapkan terwujud Satu Data Jawa Timur dan Satu Data Indonesia.

“Dengan adanya MoU ini, Diskominfo sebagai wali data akan bersinergi, berkolaborasi dan berkomitmen dengan produsen data yang dalam hal ini ada BPS. MoU ini untuk menyukseskan program dan kebijakan yang sangat strategis dan penting guna menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Agoes kepada New Malang Pos, Kamis (4/2) kemarin.

Lebih lanjut, kedepannya dengan adanya satu data ini, akan berdampak pada pelayanan publik di Kota Batu akan semakin baik, cepat, mudah, transparan dan akuntabel. Kumpulan data yang tersedia dalam portal SDI dapat diakses secara terbuka.

“Jadi data-data itu berkategori data publik. Data ini nantinya tidak mengandung informasi yang memuat rahasia negara dan rahasia pribadi,” terangnya.

Dengan adanya kerja sama yang baik ini, ia berharap dapat berjalan lancar dan dapat memenuhi target kinerja yang telah ditentukan serta mendapatkan dukungan dari semua fihak.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Batu Parjan menambahkan bahwa MoU Satu Data Indonesia karena selama ini data yang ada selalu berbeda-beda. Sehingga dengan program ini nantinya hanya akan ada datu data dari beragam data, mulai jumlah pendudukan hingga angka kemiskinan di Kota Batu. 

“Selama ini data masih berbeda-beda atau terpilah atau dalam tanda kutip berjalan sendiri. Misalnya jumlah data penduduk di BPS akan berbeda dengan Dispendukcapil. Nah ini yang akan disinkronkan dalam Satu Data Indonesia,” bebernya.

Ia menerangkan lebih lanjut, data yang termuat nantinya berisi segala macam. Misal data dari dinas-dinas yang termuat dalam Buku Kota Batu Dalam Angka berisi seluruh data-data dari OPD di seluruh Pemkot Batu.

“Misal dari Dinas Pertanian ada data produksi pertanian segala macam, Disparta ada data tentang kunjungan wisata, Diskumdag data harga bahan pokok. Termasuk data penduduk, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, angka harapan hidup, gini rasio, melek huruf ada semua dan hanya satu data,” terangnya. (eri/jon)