Tak Pakai Masker, Dihukum Pungut Sampah

NEW MALANG POS, KOTA BATU- Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Batu terus bertambah. Tercatat dari data Covid-19 Kota Batu penambahan kasus tertinggi terjadi pada Jumat (3/7) pekan lalu, mencapai 13 orang dalam sehari.

Untuk meminimalisir terjadinya peningkatan kasus tersebut, Satgas Covid-19 Kota Batu menerapkan sanksi sosial bagi masyarakat atau pengunjung Alun-Alun Kota Batu yang tak mengenakan masker. Sanksi sosial yang diberikan bagi pelanggar dengan memungut sampah satu kresek penuh.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batu, Santoso Wardoyo mengatakan, baru Minggu (5/7) kemarin menerapkan sanksi. Sebelumnya Satgas Covid-19 Kota Batu telah memberikan berbagai tindakan berupa teguran maupun peringatan tegas, seperti menutup tempat usaha yang tak mengikuti protokol kesehatan.

“Sanksi sosial baru diterapkan hari ini (kemarin, red.) mengacu Perwali Nomor 56 Tahun 2020 tentang Masa Transisi. Kami terapkan sanksi sosial bagi yang tidak menggunakan masker di tempat umum, seperti Alun-Alun, Jalan Protokol, dan Pasar Besar Kota Batu,” ujar Santoso kepada New Malang Post, kemarin.

Ia menerangkan, dari hasil patroli ada delapan orang yang harus menjalankan sanksi sosial dengan menyita KTP dan mengumpulkan sampah plastik satu kresek penuh. Selain itu, Satgas juga memberikan edukasi terkait protokol kesehatan. “Bagi yang melanggar ditindak. Kami langsung menyita KTP. Kemudian kami beri kresek besar untuk mengumpulkan sampah plastik sampai penuh. Baru setelah penuh pelanggar bisa mengambil KTP,” terangnya.

Sanksi tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu memberikan efek jera bagi masyarakat. Patroli tersebit bakal dilakukan sehari dua kali. Pagi dan malam di tempat keramaian selama masa transisi new normal.

Selain itu, Satgas Covid-19 Kota Batu juga kembali melaksanakan operasi tempat-tempat keramaian. Dalam operasi yang dilakukan pada Sabtu (4/7) malam, Satgas Covid-19 Kota Batu masih menemukan pelanggaran dan melakukan rapid test bagi pengunjung dari luar kota.

Dalam pelaksanaannya, operasi dipimpin oleh Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si bersama Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK dan Pabung Kodim 0818 Mayor Arm Choirul Effendy. Operasi dilakukan di beberapa titik, seperti Alun-Alun, Cafe Omah Koempoel dan rest area Jalibar, Oro-Oro Ombo.

Hasilnya, dalam operasi tersebut ada 37 pengunjung luar kota seperti Surabaya, Pasuruan, dan Sidoarjo dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif. Khususnya bagi mereka yang tidak bermasker, pengunjung Alun-Alun 16 orang Omah Koempoel 2 orang, dan di Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo sebanyak 19 orang.

Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko mengatakan, dari hasil turun langsung ke tempat-tempat keramaian sudah hampir 95 persen masyarakat dan pengunjung di tiga titik keramaian sudah mengenakan masker. Hal tersebut menurutnya masyarakat sudah disiplin protokol kesehatan.

“Gubernur Jatim mengatakan 70 persen masyarakat Jawa Timur tidak disiplin menggunakan masker. Tetapi untuk Kota Batu jauh sudah lebih baik. Baik bagi masyarakat dan pengunjung yang mayoritas dari luar kota,” paparnya.

Meski begitu, orang nomor satu di Kota Batu tak memungkiri sulitnya penerapan physical distancing di area keramaian, seperti Alun-Alun Kota Batu. Sehingga menurutnya, penggunaan masker adalah salah satu hal penting dalam mencegah penularan Covid-19.

“Apa yang kami lakukan dengan intens ke tempat-tempat keramaian agar masyarakat dari pedagang dan pengunjung menerapkan SOP kesehatan. Ini akan kami lakukan terus berkelanjutan. Pedagang juga tak perlu takut karena apa yang kami lakukan untuk menekan pesebaran Covid-19,” tegasnya.

Saat turun lapangan, Dewanti tak segan menegur  pedagang yang tidak mengenakan tirai plastik untuk dagangannya. Serta saat melakukan perjalanan, ia melihat petugas ronda di tingkat desa agar menerapkan physical distancing. Karena dari pantauannya petugas ronda ada yang tak menerapkan physical distancing dan tidak menggunakan masker.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK dalam patroli yang digelar, selain memberi teguran pada masyarakat yang tidak patuh SOP kesehatan. Pihaknya juga membagikan 500 masker untuk mensosialisasikan dan mendukung gerakan Jatim Bermasker, Jatim Sehat. “Ini (patrol, red) tetap terus kami gelorakan, karena masih ada masyarakat yang tidak kembali menggunakan maskernya setelah habis makan atau merokok. Apa yang kami lakukan akan terus berlangsung karena Kota Batu masuk zona merah,” pungkasnya. (eri/udi)