Swasembada Pangan, Dispertan Siapkan Lahan 7 Hektar

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Dinas Pertanian Kota Batu siap mendukung program Pemerintah Pusat untuk swasembada pangan. Dukungan tersebut dilakukan dengan menyiapkan lahan seluas 7 hektar untuk pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu, Hendry Suseno mengatakan, lahan seluas 7 hektar telah disiapkan oleh Dinas Pertanian Kota Batu di dua tempat. Yakni Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu dan Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo.

“Untuk mendukung program swasembada pangan, kami sudah siapkan lahan 7 hektar yang merupakan lahan tidur milik Pemkot di dua lokasi. Kelurahan Songgokerto dan Kelurahan Dadaprejo,” ujar Hendry kepada New Malang Pos, Minggu (27/9) kemarin. 

Ia menerangkan, lahan tersebut akan ditanami pertanian pangan berupa non beras. Alasannya, menanam bahan pangan non beras dikarenakan luasan untuk pertanian lahan padi di Kota Batu tidak luas. Selain itu, wilayahnya bukan daerah sentra padi.

Sehingga beberapa tanaman yang akan ditanam di antaranya adalah umbi-umbian hingga jagung. Begitu juga untuk penggarap nantinya bisa masyarakat yang tidak memiliki lahan seperti buruh tani.

“Harapannya dengan swasembada pangan bisa mencukupi kebutuhan pangan di Kota Batu. Selain itu bisa juga untuk menyingkat distribusi pangan yang terlalu panjang hingga menyiapkan kebutuhan warga ketika impor dilarang akibat pandemi, seperti yang sebelumnya terjadi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu, Wiwik Nuryati mengatakan, bahwa pihaknya bakal memastikan kebutuhan pangan pokok di Kota Batu bisa tersedia tiap bulannya. Namun dengan adanya swasembada pangan diharapkan tak hanya surplus pangan bagi warga Kota Batu. Tapi juga bisa menyediakan bahan pangan bagi luar daerah.

“Seluruh komoditi dipastikan aman tiap bulannya. Kepastian tersebut kami dapat dari survei yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) per minggunya di sembilan distributor yang ada di Kota Batu secara berkala,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, untuk jumlah stok selama seminggu misalnya, Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu mencatat untuk beras sebanyak 384,29 ton dengan kebutuhan 368 ton. Artinya kebutuhan beras surplus 16,29 ton dengan harga Rp 10.800 per kilogram. Serta untuk jagung ketersediaan mencapai 17,65 ton dengan kebutuhan 16,38 ton. Atau untuk kebutuhan jagung di Kota Batu memiliki surplus 1,27 ton per minggunya.

“Dengan adanya program swasembada pangan di Kota Batu. Secara langsung kebutuhan pangan di Kota Batu bisa lebih dari surplus,” pungkasnya. (eri/ley)