new malang pos
Salah satu rumah warga berada di kemiringan terdampak longsor dan tengah dilakukan penanganan Rabu (13/1). (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

NewMalangPos, KOTA BATU – Bencana longsor jadi langganan di wilayah Kota Batu. Tercatat dalam sehari, Selasa (12/1) terjadi dua bencana longsor. Pertama di Jalan Panderman Dusun Kekep Desa Tulungrejo dan di Dusun Kungkuk Desa Punten Kecamatan Bumiaji.

Akibat dari longsor tersebut membuat satu rumah rawan ambrol. Karena melihat dari lokasi rumah yang berada di kemiringan dan berada di atas bukit. Sehingga perlu dilakukan penanganan dengan memasang pondasi agar tidak berdampak pada ambrolnya rumah.

Mendapat adanya kabar tersebut, Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si langsung meninjau ke lokasi Rabu (13/1) kemarin. Menindak lanjuti hal tersebut ia meminta agar Dinas Sosial dan BPBD Kota Batu memberikan bantuan berupa sembako dan bahan-bahan material untuk membangun pondasi.

“Akan dilakukan kajian terlebih dahulu. Kemudian dari kajian diketahui berapa yang harus kita bantu. Yang jelas Pemkot akan memberikan bantuan bagi rumah yang terdampak bencana,” ujar Dewanti kepada New Malang Pos.

Dengan banyaknya bencana longsor, ia meminta kepada pemerintah desa dan kecamatan untuk aktif melakukan pemeriksaan dan pemetaan daerah rawan longsor. Utamanya daerah yang padat penduduk.

“Dengan pemeriksaan rutin, nanti akan terlihat dan dirasa membahayakan bisa segera ditanggulangi. Salah satunya seperti menanam pohon, rumput vertiver dan lainnya,” beber Dewanti.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu menyampaikan pihaknya saat ini tengah melakukan kajian untuk anggaran yang dibutuhkan dalam membangun pondasi. Yang jelas langkah yang telah dilakukan adalah pembersihan di lokasi tanah longsor secara gotong royong dan menurunkan alat berat.

“Saat ini dilakukan pembersihan longsor. Kami juga memasang terpal untuk menghindari adanya longsor susulan jika sewaktu-waktu terjadi hujan deras. Kamu juga akan pasang garis polisi agar warga tidak mendekat ke lokasi longsor,” terangnya.

Melihat lokasi dikemiringan, Agung juga menghimbau agar masyarakat tidak sembarang membangun rumah. Karena ditakutkan akan merugikan diri sendiri dan warga lainnya. (eri/jon)