Perbaikan Gedung Kesenian Gunakan Dana CSR

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu mulai membenahi atap Gedung Kesenian di Jalan Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu. Perbaikan dilakukan tidak secara menyeluruh, namun pada bagian atap yang jebol. Baik pada bagian atap gedung dan atap kios yang berlubang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan perbaikan pada beberapa bagian dilakukan secara gotong royong. Maksudnya anggaran dalam perbaikan tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan menggunakan dana CSR.

“Belum ada anggaran yang berasal dari APBD. Sehingga perbaikan dilakukan dengan kerja bakti dengan berinisiatif memanfaatkan dana CSR dari hotel- hotel yang terdapat di Kota Batu, terutama hotel di sekitar Gedung Kesenian,” ujar Arief kepada New Malang Pos, Senin (23/11) kemarin.

Ia menerangkan, perbaikan tersebut adalah langkah awal untuk kembali menggeliatkan dan mengaktifkan Gedung Kesenian. Karena itu perbaikan dilakukan pada beberapa kios yang atapnya jebol akibat kebakaran tahun lalu.

“Dengan perbaikan pada tujuh kios tersebut kami harap nantinya berfungsi sebagai media untuk menjajakan barang-barang seni hasil kreativitas seniman Kota Batu,” paparnya.

Kemudian juga dilakukan perbaikan pada atap Gedung Kesenian yang bocor. Untuk kemudian gedung tersebut bisa dimanfaatkan kembali oleh pelaku seni di Kota Batu.

“Kami harap dengan perbaikan yang dilakukan akan lebih bisa menghidupkan kembali kesenian di Kota Batu. Baik untuk latihan hingga pentas seni,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penilitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Batu Susetya Herawan mengatakan jika revitalisasi Gedung Kesenian masuk dalam sepuluh program prioritas.

“Gedung kesenian masuk sepuluh program prioritas. Tapi karena terjadi pandemi tahun ini, anggaran untuk rehab harus digeser untuk penanganan Covid-19,” paparnya.

Dengan adanya refocusing anggaran tersebut, ia menargetkan rehab bisa dilaksanakan pada tahun 2021. Meski begitu pihaknya tak bisa memastikan apakah anggaran untuk rehab Gedung Kesenian bisa masuk, mengingat instruksi dari pusat anggaran diutamakan untuk pemulihan dan pembangunan yang berdampak pada peningkatan ekonomi. (eri/jon)