Pencemaran Limbah Lindi TPA Tlekung Sudah Parah

new malang pos
Bocornya limbah lindi di TPA Tlekung Kota Batu dikhawatirkan mencemari sungai dan sumber mata air di kawasan Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

NewMalangPos, KOTA BATU – Pencemaran limbah lindi TPA Tlekung ke aliran Sungai Sabrangan dan Sumber Mata Air Kembang dirasa perlu perhatian serius dalam pengelolaannya. Hal itu disampaikan oleh Anggota Fraksi PKS Kota Batu Muchamad Chaerul.

Menurutnya, seharusnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bisa menangani dengan serius pengelolaan air lindi yang telah mencemari sungai dan sumber air di Kecamatan Junrejo akibat limba lindi yang meluber ke sungai.

“Terkait air lindi yang bocor ke sungai memang sangat berbahaya. Apalagi jika nanti diketahui bahwa hasil uji lab air sungai dan sumber yang tercemar mengandung unsur-unsur berbahaya seperti logam berat. Ini akan berdampak pada lingkungan sekitar,” ujar Chaerul kepada New Malang Pos, Senin (15/2) kemarin.

Sebelumnya diungkap Chaerul bahwa Komisi C sudah pernah memberikan solusi treatmen mekanik maupun probiotik melalui pemberian bakteri yang bisa membantu untuk mendegradasi air lindi. Sehingga ketika terjadi kebocoran tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Bahkan, ia juga menyarankan agar pengelolaan dan treatmen berjalan baik. DLH juga harus bekerjasama dengan akademisi ataupun perguruan tinggi untuk treatmen probiotik.

“Sedang untuk treatmen mekanik, bisa memaksimalkan mesin insinerator di tiap desa/kelurahan. Serta memaksimalkan TPS3R di tiap desa/kelurahan secara terpadu agar sampah yang dibawa ke TPA Tlekung bisa berkurang,” bebernya.

Begitu juga dengan Bambang Sumarto, anggota Fraksi Golkar Kota Batu mengatakan bahwa pencemaran yang terjadi aliran sungai Sabrangan dinilainya cukup parah. Belum lagi setiap sore hingga malam hari bau menyengat selalu menyelimuti warga Tlekung.

“Pencemaran limbah lindi ini saya rasa adalah sudah parah. Terutama dalam dua pekan ini. Mengingat intensitas hujan deras membuat bak tampung TPA tak mencukupi dan air lindi meluber ke sungai,” terang Bambang.

Melihat kondisi tersebut, laki-laki yang juga berdomisili di Tlekung menyampaikan kekhawatirannya. Apalagi jika air lindi mencemari sumber air yang sehari-harinya digunakan warga untuk minum dan mandi.

“Saya rasa DLH harus segera melakukan penanganan. Bisa dengan menggandeng Jasa Tirta, akademisi atau instansi lainnya. Sehingga pencemaran limbah segera tertangani dan tidak semakin meluas,” pungkasnya. (eri/jon)