Kota Batu Masuk Zona Kuning, Tetap Waspada

new malang pos
Pelaku usaha di Alun-Alun Kota Batu mentaati aturan selama PPKM yang berdampak penurunan angka positif Covid-19 di Kota Batu. (NMP-MUHAMMAD FIRMAN)

NewMalangPos, KOTA BATU-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di Kota Batu terbukti sangat efektif. Tercatat sejak 11-20 Januari atau berlangsung selama sembilan hari, status Kota Batu turun menjadi zona kuning.

Bahkan Kota Batu menjadi satu-satunya kota dan kabupaten di Jawa Timur yang berstatus zona kuning. Hal itu dikatakan oleh Jubir Covid-19 Kota Batu Agoes Machmoedi.

“Memang benar Kota Batu sudah beranjak ke zona kuning. Sebelumnya Kota Batu dinyatakan masuk zona oranye,” ujar Agus kepada New Malang Pos, Rabu (20/1) kemarin.

Penurunan status tersebut dilihat dari skor risiko. Berdasarkan laporan pada 18 Januari 2020 lalu dan mengacu pada 14 indikator. Angka sudah menunjukkan 2,44 atau risiko rendah.

Capaian itu dilihat dari hasil PPKM dan kesadaran masyarakat Kota Batu sudah menunjukkan kedisiplinan. Kesadaran ini harus dipertahankan agar pandemi Covid-19 segera teratasi.

“Pencapaian ini hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, petugas keamanan dan masyarakat. Artinya PPKM berdampak positif. Upaya lintas sektor sangat berkontribusi positif. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya zona penularan di Kota Batu yang turun jadi zona kuning,” terangnya.

Ia menerangkan, mulai dari tingkat desa atau kelurahan, kecamatan hingga tingkat Kota, petugas keamanan, Satpol PP, Dishub semuanya all out menegakkan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan.

Penegakan protokol kesehatan dilakukan secara terstruktur, sistematis. Langkah ini cukup memberi hasil yang bagus. Penguatan lintas jaringan sangat dibutuhkan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Meski begitu semua elemen harus tetap waspada dan tidak boleh lengah. Semuanya harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Pihaknya mencatat sejak pemberlakuan PPKM, risiko penularan masih terkontrol. Dari kasus 1099 terkonfirmasi positif bertambah tak terlalu signifikan mencapai 1118.

Kemudian kasus aktif tercatat ada 13 persen. Begitu juga tingkat kesembuhan meningkat diangka 1011 orang. Sedang tingkat fatalitas menurun dari tanggal 11-19 hanya ada tambahan empat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Batu M. Nur Adhim mengatakan selama diberlakukan masih ada saja yang pelanggaran yang terjadi. Pihaknya mencatat pada tanggal 19 Januari memberikan tindakan berupa teguran tertulis sebanyak 8 orang, teguran tertulis  19 pelaku usaha, teguran lisan  19 orang dan teguran lisan  19 pelaku usaha.

Ia menerangkan, pelanggaran dilakukan oleh PKL jualan melebihi jam malam khususnya lalapan purnama  19  PKL. Pelanggar diambil tindakan penyitaan KTP  tiga orang dan satu tabung gas LPG.

“Khususnya untuk PKL lalapan Purnama akan diundang untuk diberikan pengarahan lebih lanjut. Kemudian akan dilakukan tindakan tegas kepada pelaku usaha yang beberapa kali diberi peringatan tapi masih mengabaikan,” paparnya.

Temuan lain selama operasi seperti Hotel Kontena dengan fasilitas cafe yang beroperasi hingga malam. Serta di Hotel Senyum ada fasiliatas berupa mini bar dan karaoke The Bandit yang beroperasi mulai pukul 19.00 hingga 24.00.

“Setelah dikonfimasi ke manajemen Hotel Senyum ternyata beda manajemen dengan Hotel Senyum meskipun satu kawasan. Dua pelaku usaha diberikan teguran tertulis,” pungkasnya. (eri/jon)