Longsor di Pujon, Truk Muatan Hingga Ambulans Harus Menunggu Hingga 4 Jam

NewMalangPos – Longsor susulan yang terjadi di Dusun Ngeprih, Kelurahan Bendosari, Kecamatan Pujon, pagi ini dilakukan penanganan oleh BPBD kabupaten malang. Longsor yang terjadi berdampak pada akses jalan yang harus ditutup total hingga terjadi kemacetan panjang.

Pengendara yang hendak ke arah Kediri dan sebaliknya harus terhenti sejak pukul 4:15 WIB Rabu(3/2) pagi tadi. Tidak hanya truk muatan, mobil pribadi dan mengendara motor, sebuah ambulans yang membawa pasien dari arah Ngantang juga tersendat. Akibatnya pasien yang harus segera diantar ke rumah sakit terpaksa menunggu.

Sekitar pukul 7.15 WIB pagi, segenap petugas dari BPBD mendatangkan alat berat untuk melakukan penanganan. Alat berat dikerahkan guna mempercepat evakuasi tanah longsoran yang menutup badan jalan beserta material bambu dan ranting pohon.

Akses jalan masih tertutup total, akibatnya terjadi kemacetan parah. Pasien yang harus segera menuju rumah sakit terpaksa dirurunkan dari ambulan dan digendong melewati gundukan tanah longsoran beberapa saat setelah proses penanganan dimulai. Pasien dibawa melintas dibantu salah seorang anggota PMI dan didampingi pihak keluarga.

Sekitar pukul 7.30, material tanah longsoran mulai dipindahkan dari badan jalan ke arah sungai di sisi jalan. Sejumlah tiang listrik tumbang dan mengalami kerusakan.

Ratusan kendaraan yang hendak melintas terpaksa menunggu proses penanganan. Pengendara yang tidak sabar menunggu terpaksa memilih putar balik. Namun sebagian besar memilih menunggu hingga proses selesai. Tak jarang pengendara turun dan ikut mendokumentasikan lokasi.

Widianto, warga asal Semarang hendak melakukan perjalanan pulang ke semarang menggunakan sepeda motor dari pukul 7.30 WIB terpaksa terhenti. Perjalannya yang diperkirakan sekitar 8 jam itu harus terhambat dan menunggu sekitar 1 jam 30 menit. Widianto memilih menunggu hingga diperbolehkan lewat sebelum akhirnya ada sedikit pelonggaran jalan dan diperbolehkan melintas bergiliran.

“Sayamau pulang ke semarang dari batu, taunya pas nyampek sini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya baru mengetahui saat hendak melintas, dan memilih menunggu. Ia mewajari adanya longsor yang sudah biasa terjadi saat musim hujan.

“Tadi sejak jam setengah delapan, saya tunggu saja, karena sudah biasa terjadi begini apa lagi musim hujan,” terangnya.

Pukul 9:38 bupati bersama Forkopimda tiba di lokasi untuk melakukan pemantauan proses penanganan. Ia sempat menanyakan beberapa hal terkait tambahan alat berat dan percepatan proses pembersihan.(dj6/ggs)