KPK Periksa Empat Saksi di Mapolres

new malang pos
Mapolres Batu di Desa Junrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu menjadi tempat pemeriksaan saksi oleh KPK Selasa (9/2) (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

Dugaan TPK Penerimaan Gratifikasi Tahun 2011-2017

NewMalangPos, KOTA BATU- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) penerimaan gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017. Pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Batu pada Selasa (9/2) kemarin. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Jubir KPK Ali Fikri melalui pesan singkat Whatsapp.

“Hari ini (9/2) pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan TPK penerimaan gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017. Tempat pemeriksaan di Polrestabes Batu Jatim,” ujar Ali kepada New Malang Pos.

Ia menerangkan, empat saksi yang diperiksa terdiri dari satu pihak swasta dan tiga orang pejabat Pemkot Batu. Mereka yang diperiksa sebagai saksi di pihak swasta adalah Abdul Jamal sebagai kepala bagian umum PT. Kusumantara Graha Jayatrisna Estate.

“Kemudian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu Alfi Hidayat, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Batu Drs. Eko Suhartono dan  Kepala Bagian Pengadaan Barang Dana Jasa Pemkot Batu Endro Wahjudi,” bebernya.

Lebih lanjut, Ali Fikri juga belum memberikan keterangan lagi apakah masih ada beberapa saksi yang akan dipanggil sebagai saksi di Mapolres Batu. Begitu juga dengan empat saksi yang disebutkan, saat dihubungi dan dikonfirmasi terkait pemanggilan sebagai saksi tidak memberikan jawaban sama sekali.

Perlu diketahui, sebelumnya KPK telah melakukan penggeledahan dan mengamankan berkas di Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) dan Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu. Kemudian di Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, DPUPR, Diskominfo dan Dinas Penanggulangan Kebakaran (DPK).

Ali Fikri juga menyampaikan bahwa sebelumnya tanggal 5 Januari juga dilakukan pemeriksaan terhadap dua saksi di Mapolres Batu. Yakni Moh Zaini pemilik PT Gunadharma Anugerah didalami pengetahuannya terkait dugaan pemberian sejumlah uang kepada pihak yang terkait perkara ini agar bisa mendapatkan proyek pekerjaan di Pemkot Batu.

“Kemudian Kristiawan selaku mantan asisten rumah tangga didalami pengetahuannya terkait dugaan sebagai perantara penerimaan atas perintah dari pihak yang terkait perkara ini untuk menerima sejumlah uang dari para kontraktor dan SKPD di Pemkot Batu,” bebernya. (eri/jon)