new malang pos
Destinasi wisata Selecta menjadi salah satu penyumbang pajak di Kota Batu. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

NewMalangPos, KOTA BATU – Alokasi hibah dana tahap pertama di sektor pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Kota Batu tersalurkan Rp 7,6 miliar. Dana tersebut tersalurkan kepada 50 hotel dan 24 resto yang ada di Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq menyampaikan bahwa realisasi hibah dari pusat tersebut tidak terserap sepenuhnya dari total hibah yang didapat Kota Batu senilai Rp 15,2 miliar. Pasalnya hibah yang desalurkan ke Kasda mepet akhir tahun.

“Untuk mendorong pemulihan di sektor pariwisata, Kemenparekraf hibahkan dana senilai Rp 15,2 Miliar. Hibah tersebut hanya terserap separuhnya karena waktu yang mepet dan persyaratan yang dibutuhkan oleh hotel dan restoran tidak terpenuhi,” ujar Arief kepada New Malang Pos, Rabu (13/1).

Ia menerangkan untuk persyaratan yang harus diselesaikan oleh pelaku hotel dan restoran diantaranya hotel atau restoran bayar pajak sejak Januari-Desember 2019. Kemudian masih beroperasi di tahun 2020 dan memiliki perizinan TDUP yang masih berlaku.

“Untuk tahap kedua nanti, kami akan mengusulkan agar tidak hanya hotel dan restoran yang menerima dana hibah dari pusat. Namun juga tempat wisata di Kota Batu sesuai persyaratan. Mengingat untuk Kota Batu lebih banyak memiliki tempat wisata yang terdampak Covid-19 dibanding hotel dan restonya,” papar Arief.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan jika hampir seluruh anggotanya telah mendaftar sebagai penerima dana hibah. Namun memang tidak semua mendapat karena tidak lolos persyaratan.

 “Ada 76 hotel dan restoran yang akan menerima dana hibah. Jumlah tersebut tidak semuanya, karena yang melakukan verifikasi adalah pusat. Sedangkan PHRI sendiri dalam proses pencairan tidak ikut serta dan murni urusan pemerintah pusat,” bebernya.

Pihaknya berharap ke depan sasaran hibah bisa menyasar tempat wisata. Karena menurutnya tempat wisata menjadi penyumbang pajak terbesar di Kota Batu.

“Kami harap tempat wisata bisa mendapat dana hibah. Karena penyumbang pajak terbesar dari sektor destinasi wisata,” terangnya.

Untuk Selecta, diungkap direktur Selecta ini bahwa telah menerima hibah dari pusat. Ia menyampaikan hibah yang diterima adalah sekitar 20 persen dari total pajak yang dibayarkan selama tahun 2019.

“Kalau untuk Selecta menerima sekitar Rp 180 juta. Setidaknya hibah tersebut bisa digunakan untuk membayar gaji karyawan dan peningkatan fasilitas prokes di Selecta,” tegasnya.

Tak hanya itu PHRI meminta penghapusan pajak di sektor pariwisata tahun. Mengingat di tahun 2021 situasi kondisi Covid-19 belum bisa dipastikan mereda.

Perlu diketahui total Rp 15 miliar dana hibah pariwisata, tidak seluruhnya diterima pelaku usaha hotel dan restoran. Namun sesuai juklak dan juknis hanya 70 persen untuk hotel dan resto. Sedang 30 persen untuk pemda dalam penanganan Covid-19. (eri/jon)