GOR Gajah Mada Tak Ada Anggaran Perawatan

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Banyaknya keluhan terhadap fasilitas Gedung Olah Raga (GOR) Gajah Mada oleh masyarakat, terjawab sudah. Itu karena gedung tersebut belum diserah terima untuk pengelolaannya.

Tak tanggung-tanggung, setelah diresmikan tiga tahun lalu, tiga tahun pula tak ada anggaran perawatan untuk GOR yang terletak di Jalan Stadion Barat, Kelurahan Sisir itu. Begitu juga dengan retribusi dari hasil sewa pakai juga nol.

Hal tersebut diketahui setelah Anggota Komisi C DPRD Kota Batu melakukan sidak Selasa (14/7) kemarin. Tentu hal tersebut membuat wakil rakyat tersebut meluapkan rasa kecewanya.

“Ternyata setelah sidak, kami temukan beberapa kerusakan cukup parah. Mulai fasilitas tandon air tidak ada, kran macet, beberapa lampu tidak bisa menyala dan masih banyak lagi,” ujar Ketua Komisi C, Khamim Tohari kepada New Malang Pos.

Diungkap politisi PDIP Kota Batu ini, sekarang GOR yang dibangun dengan biaya Rp 28,7 miliar telah dikelola Dinas Pendidikan Kota Batu. Tapi sayang Dinas Pendidikan tidak bisa banyak berbuat karena masih terganjal dengan belum adanya serah terima dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu.

“Dari hasil temuan dan masalah pengalihan status penggunaan barang, kami akan jembatani dengan memanggil DPKPP Kota Batu. Mengapa gedung ini tidak diserah terimakan kepada Dinas Pendidikan Batu,” tegasnya.

Tak hanya itu, Khamim juga menambahkan bahwa pihak DPRD bakal memprioritaskan pengadaan tandon air, agar kamar mandi tersebut berfungsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Eny Rachyuningsih membenarkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menunggu DPKPP untuk menyerahkan GOR tersebut. Itu jadi dilema baginya karena pihaknya tak bisa menganggarkan biaya perawatan.

“Kalau mengacu SK Wali Kota tentang pengalihan status, baru dikeluarkan tanggal 25 Juni 2019 ini milik Dindik. Tapi sampai saat ini dari DPKPP belum diserah terimakan,” ungkapnya.

Akibat belum dilakukan serah terima itulah, lanjut Eny, jadi ganjalan bagi Dindik untuk menganggarkan perawatan GOR Gajah Mada.

“Kalau kami paksakan memberikan anggaran perawatan nanti malah terjadi dobel pembiayaan. Masa satu gedung dibiayai oleh Dindik dan DPKPP,” paparnya

Eny mengakui sampai saat ini masih menunggu penyerahan untuk pengalihan status aset milik daerah itu.

“Saya nunggu. Mungkin bisa ditanyakan ke terkait kenapa belum diserahkan. Bahkan saya sudah bersurat dua kali terkait itu dan belum ada respon,” imbuhnya.

Dengan masalah tersebut, ia berharap DPRD bisa segera memfasilitasi agar segera diserah terimakan sehingga Dindik bisa mengalokasikan anggaran untuk perawatan.(eri/jon)