Dewanti Ajak Pasarkan Produk Lokal Secara Online

foto: MUHAMMAD FIRMAN/Newmalangpos)

NewMalangPos, KOTA BATU-Demi meningkatkan pembelanjaan dan pemasaran produk lokal UMKM Kota Batu di tengah pandemi Covid-19, Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si mengajak kepala dinas dan ASN untuk belanja produk lokal asli Kota Batu. Hal itu disampaikan Dewanti dalam progam Festival Produk Lokal Kota Batu yang berlangsung secara online mulai 1-5 Februari. Program tersebut dibuka di Graha Pancasila Kota Batu, Senin (1/2) kemarin.

“Pada situasi pandemi ini salah satu cara yang bisa diandalkan untuk menggerakkan ekonomi adalah sektor UMKM. Karena itu perlu adanya peningkatan pemasaran yang baik melalui digital,” ujar Dewanti kepada New Malang Pos.

Melalui pemasaran digital dan menggandeng toko online terbesar dengan sekitar 100 juta anggota, diharapkan produk ratusan UMKM lokal menjadi pasar yang bisa diserap oleh jutaan anggota. Dewanti juga mewanti-wanti agar pelaku UMKM harus meningkatkan kualitas produk. Sehingga jangan sampai mengecewakan konsumen.

“Saya harap produk UMKM lokal yang masuk bisa benar-benar menjaga kualitasnya. Jangan packingnya bagus, tapi kualitas isi produk mengecewakan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Diskumdag Kota Batu Eko Suhartono menambahkan bahwa masa pandemi yang berkepanjangan, telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Termasuk bidang ekonomi masyarakat.

Dengan pemberlakukan pembatasan kegiatan, juga diikuti dengan pergeseran pemasaran dari konvensional yang mengarah ke pemasaran melalui media digital. Hal ini memaksa pelaku usaha untuk segera beradaptasi dan melakukan perubahan.

“Karena itu kegiatan campaign dengan toko online di masa pandemi ini membuka dukungan seluas luasnya untuk pelaku UMKM di daerah agar bisa bertahan dan berkembang. Tujuannya agar membuka peluang pemasaran dan promosi produk-produk lokal unggulan Kota Batu secara online,” terangnya.

Ia menerangkan, untuk jumlah toko UMKM yang ikut ada 51 pelaku UMKM Kota Batu. Dengan jumlah produk sekitar 500 produk. Dengan jenis produk seperti makanan dan minuman, kerajinan seperti kayu dan rajut, fashion dan batik, hingga pelatan dapur.

“Sebelumnya ada sekitar 240 UMKM yang ikut pelatihan marketing digital sebanyak delapan kali. Namun selama tahapan dan proses kurasi hanya tersisa 51 UMKM yang kemudian ikut dalam festival produk lokal online selama lima hari ke depan,” pungkasnya. (eri/jon)