Dewan Nilai DPMPTSPTK Lalai Terkait IMB

new malang pos
Salah satu cafe di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu disidak oleh eksekutif dan legislatif karena tak miliki izin Senin (8/2). (NMP/KERISDIANTO)

Ratusan Bangunan Tak Berizin

NewMalangPos, KOTA BATU – Komisi A dan C DPRD Kota Batu lakukan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu kembali menggelar sidak pada bangunan yang diduga tak memiliki izin.

Salah satu lokasi yang didatangi adalah Cafe Noi di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu Senin (8/2). Hasilnya tempat nongkrong yang sudah beroperasi tersebut belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Mandapati adanya bangunan yang telah beroperasi namun belum memiliki IMB, Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Agung Sugiyono meminta agar Satpol PP sebagai PD penegak Perda berlaku tegas dengan menutup atau menyegel cafe tersebut.

“Setelah mendatangi lokasi dan menanyakan IMB ternyata pengelola belum memiliki. Padahal informasinya cafe itu telah beroperasi sejak September 2020. Karena itu kami merekomendasi untuk ditutup dulu mengingat tidak ada niat baik mengurus perizinan sampai detik ini,” ujar Agung kepada New Malang Pos.

Apalagi, lanjut politisi Gerindra ini, bahwa ia juga menerima lapora pada Oktober lalu DPMPTSPTK Kota Batu sudah mendatangi dan menanyakan izin cafe tersebut. Tetapi pengelola tetap saja tidak mau melengkapinya.

“Bahkan kami akan membuat nota dinas untuk ketua DPRD untuk segera ditutup. Karena lahan yang digunakan untuk tempat nongkrong tersebut berstatus lahan hijau,” bebernya.

Agung menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan evaluasi ke DPMPTSPTK sebagai leading sektor. Karena banyak bangunan tak berizin yang tiba-tiba berdiri di Kota Batu tanpa adanya pengawasan ketat.

Ditambahkan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari bahwa bangunan tak berizin di Kota Batu banyak yang dibangun di lahan hijau. Hal tersebut melanggar aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Selain tak ada izinnya pembangunannya juga tak sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Ini yang jadi penyebab lahan pertanian atau lahan hijau di Kota Batu akan habis,” bebernya.

Bagas Priantara, selaku penanggung jawab Cafe Noi mengatakan bahwa bangunan berdiri sejak bulan September 2020. Ia hanya menjaga saja ketika pemilik Iwan Lee, asal Surabaya ke luar Kota Batu.

“Saya kaget juga kalau dapat kabar seperti ini tadi (tutup sementara.red). Saya berharap sedapatnya bisa diselesaikan. Terkait teknis perizinan saya tidak tahu menahu,” paparnya.

Perlu diketahui dari data Satpol PP Kota Batu tahun 2020 lalu ada 128 bangunan tak miliki IMB. Total bangunan yang melanggar IMB mulai Januari hingga Maret tercatat 59 pelanggar, Juni dengan 2 pelanggar, Juli dengan 37 pelanggar, Agustus dengan 15 pelanggar dan September mencapai 15 pelanggar.

Tak hanya itu, Satpol PP Kota Batu juga mencatat bangunan tak ber-IMB tiga tahun belakang. Yakni sejak tahun 2018-2019 terdapat 255 pelanggar, dengan 40 pelanggar telah dilakukan tindak pidana ringan. (eri/jon)