Dewan Geram, Pasar Wisata Sidomulyo Belum Juga Diserahkan

new malang pos
Puluhan kios di Pasar Wisata Sidomulyo Kota Batu masih saja belum ditempati. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

NewMalangPos, KOTA BATU–Pasar Wisata Sidomulyo yang kini sudah berdiri setelah usai dibangun, namun belum juga diserahkan kepada pemerintah desa. Hal ini membuat DPRD Kota Batu geram dan meminta segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Pasar jadi salah tempat perputaran ekonomi bagi warga. Namun apa jadinya jika bangunan pasar sudah berdiri megah tapi tak juga digunakan oleh warga atau pedagang. Sama dengan membuang anggaran,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Hari Danah Wahyono kepada New Malang Pos, Selasa (2/1).

Bahkan Hari Danah merasa geram. Pasalnya Pasar Wisata Sidomulyo yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu yang sudah dibangun dan dipasang rolling door masih saja tertutup rapat atau belum digunakan sebagaimana mestinya.

“Harusnya Pasar Wisata Sidomulyo sudah bisa ditempati setelah dilakukan pemasangan rolling door pada akhir tahun lalu. Tapi kenapa sampai saat ini masih belum diserahkan ke pihak desa untuk kemudian dimaksimalkan oleh pedagang atau warga sekitar,” bebernya.

Menurut Abah Nanang sapaan akrabnya, Pasar Wisata Sidomulyo bisa dimanfaatkan untuk menjual potensi yang ada di desa tersebut. Utamanya potensi pertanian bunga hias yang saat ini tengah digemari oleh dan juga produk UMKM.

Dengan adanya Pasar Wisata Sidomulyo, ia berharap pasar tersebut digunakan areal parkir kendaraan. Mengingat setiap akhir pekan di sepanjang Jalan Bukit Berbunga selalu terjadi kemacetan akibat kendaraan yang berhenti disepanjang jalan tersebut untuk berbelanja di kios bunga hias yang ada di areal tersebut.

“Bukannya melarang. Tapi dengan segera diserahkan ke pihak desa nantinya bisa lebih tertata. Misal parkiran dikelola Bumdes seperti di Rest Area Oro-Oro Ombo Jalibar. Dengan begitu, konsumen yang ingin membeli bunga bisa parkir di Pasar Sidomulyo. Kemudian setelah itu bisa membeli oleh-oleh di pasar tersebut,” terangnya.

Kades Sidomulyo Suharto menyampaikan terkait penyerahan pasar sebenarnya sudah disampaikan oleh Diskumdag secara lisan. Pihaknya juga sudah siap mengundang pedagang untuk sosialisasi.

“Secara lisan (Pasar.red) sudah diserahkan oleh Diskundag. Cuma secara tertulis atau resmi belum. Kami menunggu resminya. Pihak desa rencananya mau mengumpulkan warga atau pedagang dahulu untuk dirapatkan yang rencana dilakukan pada 28 Januari lalu. Berhubung ada PPKM diundur hingga PPKM selesai,” urainya.

Pihaknya mendata ada 32 pedagang asal Desa Sidomulyo yang siap menempati pasar setelah diserah terimakan. Perlu diketahui, pasar dengan jumlah 32 kios berukuran 3×3 meter tak berpenghuni baru saja dipasang rolling door akhir tahun lalu. (eri/jon)