Cuaca Ekstrem, Waspada Pohon Tumbang

new malang pos
Petugas DPUPR Kota Batu melakukan pemotongan ranting di areal Alun-Alun Kota Batu. (NMP/KERISDIANTO)

NewMalangPos, KOTA BATU – Cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Batu membuat DPUPR Kota Batu gerak cepat. Salah satunya dengan pemotongan pohon rawan tumbang di pusat-pusar keramaian dan jalur-jalur protokol.

Kasi Pembangunan dan Pemeliharaan Drainase Perkotaan DPUPR Kota Batu Agung Kuntoro mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran pohon rawan tumbang. Selama bulan Januari-Februari ini ada belasan pohon rawan tumbang yang dilakukan pemotongan.

“Total ada sekitar 10-15 pohon rawan tumbang yang dipotong. Kebanyakan pemotongan dilakukan pada ranting yang rawan patah karena angin kencang, hujan deras yang terjadi selama bulan Januari-Februari ini,” ujar Agung kepada New Malang Pos, Kamis (4/2) kemarin.

Ia menerangkan dalam proses pemotongan tidak sembarang. Lebih pada pohon di jalan protokol Kota Batu. Sedangkan di Jalan Provinsi, pemotongan pohon rawan tumbang diserahkan ke DPUPR Provinsi.

“Selain itu pohon atau ranting yang dipotong juga bisa laporan dari masyarakat. Misalnya di areal Alun-Alun Kota Batu kemarin kami potong ranting-rantingnya dari laporan masyarakat,” bebernya.

Agung juga menyampaikan, pihaknya bersama DLH, Dinas Pertanian dan Satpol PP sebelumnya telah menginventarisir pohon-pohon rawan tumbang. Sehingga pemotongan tak bisa dilakukan sembarang, selain mengacu Perwali Kota Batu Nomor 44 tahun 2017 tentang penebangan pohon.

Dari inventarisir yang dilakukan mengacu dari data akhir tahun lalu, ada beberapa lokasi yang sudah didata meliputi jalan provinsi dan jalan protokol. Untuk Kecamatan Junrejo ada 37 pohon, Kecamatan Batu ada 23 pohon dan Kecamatan Bumiaji ada 11 pohon.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu menambahkan selama musim penghujan bersama DPUPR pihaknya selalu mewaspadai pohon rawan tumbang. Melihat prakiraan cuaca dari BMKG beberapa hari terakhir terjadi angin kencang.

“Selain angin kencang, BMKG juga memprakirakan bahwa curah hujan tinggi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari ini. Ini juga berdampak dengan bencana longsor yang terjadi di Kota Batu beberapa hari ini, misalnya di Dusun Brau, Desa Gunungsari,” bebernya. (eri/jon)