Cold Storage Dibangun di Dadaprejo

new malang pos
Sektor pertanian di Kota Batu jadi komoditas pokok dan perlu mendapat perhatian penuh. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

NewMalangPos, KOTA BATU-Dinas Pertanian Kota Batu telah memastikan lokasi pembangunan cold storage dan rumah distribusi pangan. Nantinya tempat untuk penyimpanan hasil pertanian tersebut akan dibangun di tanah aset milik Pemkot Batu yang ada di sekitar BPP Dinas Pertanian Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.

Kepala Bidang Prasarana Pertanian Heru Yulianto, SP MM mengatakan bahwa pembangunan cold storage akan tetap berjalan. Mengingat rencana tersebut masuk dalam salah satu program prioritas Pemkot Batu.

“Pembangunan cold storage dan rumah distribusi pangan sudah ditentukan lokasinya di Dadaprejo. Setelah sebelumnya pembangunan akan dilakukan di Sumberbrantas atau Pendem,” ujar Heru kepada New Malang Pos, Rabu (27/1) kemarin.

Ia menerangkan, gagalnya penentuan lokasi di Sumberbrantas atau di Pendem karena tidak adanya lahan milik Pemkot yang strategis. Sehingga tim memilih lokasi pembangunan di Dadaprejo.

“Kami bersama tim sudah survei ke Dadaprejo. Tahun ini sudah masuk perencanaan. Kemudian pembangunan akan dilakukan tahun 2022,” bebernya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud mengatakan terkait rencana pembungunan cold storage legislatif memberi keleluasaan ke Dinas Pertanian. Tinggal menunggu laporan dan perencanaan untuk kemudian dianggarkan pembangunannya.

“Kami harap pemilihan tempat cold storage strategis. Dalam artian bisa terjangkau aksesnya oleh transportasi kendaraan besar. Sehingga tempat penyimpanan tersebut bisa bermanfaat tidak hanya sesaat. Tapi juga kedepannya,” paparnya.

Menurut Didik, cold storage harus jadi program yang terealisasi. Karena selain bisa digunakan untuk tempat penyimpanan hasil pertanian, juga berfungsi untuk menghindari tengkulak nakal bermain harga.

“Terlebih saat pendemi seperti ini. Tempat penyimpanan hasil bumi atau pertanian sangat dibutuhkan. Misalnya ketika ada salah satu hasil pertanian sulit ditemukan di pasar dan harga mahal bisa diimbangi dengan mengeluarkan dari cold storage,” terangnya

Untuk anggaran pembangunan cold storage tercatat dalam Bappelitbangda mencapai Rp 10 miliar. Dengan sumber pendanaan APBD. (eri/jon)