Bentuk Tim Teknis Khusus Kereta Gantung

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Rencana pembangunan transportasi wisata Kereta Gantung terus berjalan. Terbaru Pemkot Batu bersama PT Industri Kereta Api (Inka) menggelar teleconference di ruang Rupatama Balai Kota Among Tani Batu, Kamis (26/11).

Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar pertemuan langsung untuk membentuk tim teknik khusus. Kemudian tim tersebut bakal menjalankan komunikasi dalam setiap proses pelaksanaan.

“Setelah teleconference ini kami akan bentuk tim teknis khusus. Selanjutnya tim teknik ini akan berkonsultasi ke PT Inka,  Dirjen Perkeretaapian dan Dirjen Perhubungan. Tim masih akan kami susun. Apakah melibatkan dinas terkait atau seperti apa masih menunggu,” ujar Dewanti kepada New Malang Pos usai teleconference.

Selain akan membentuk tim teknis khusus, pihaknya juga mendapat ilmu baru dari PT Inka. Yakni PT Inka akan memanggil PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) untuk kerja sama dalam hal pebiayaan di luar APBN dan APBD.

“Mulai mekanisme dan persyaratan kami juga menunggu. Karena itu yang belum kami lakukan sebelumnya. Apalagi ketika suatu pembangunan mempunyai prospek bagus, bermanfaat bagi masyarakat dan mendongkrak ekonomi sangat mungkin dibiayai banyak sekali. Ini yang akan dirintis,” urainya.

Seperti rencana dan pembahasan sebelumnya, ditegaskan oleh Dewanti bahwa pembiayaan murni dari swasta. Di pihak swasta ini ada juga keinginan masyarakat menjadi investor.

“Ini ada penggalan dana masyarakat. Tapi seberapa jauh masyarakat ikut nanti, apakah semua atau sebagian masih kami kaji juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dewanti menyampaikan untuk mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ada banyak pilihan. Yang jelas nantinya akan BUMD milik Pemkot Batu adalah Batu Wisata Resource (BWR). Namun sejauh mana BWR andil dalam pengelolaan transportasi wisata kereta gantung masih akan dibicarakan secara teknis.

Sebelumnya telah dipaparkan Direktur PT Inka, Budi Noviantoro menyampaikan bahwa pemerintah bisa menerapkan tarif, pengadaan lahan, perizinan dan regulasi. Serta kebijakan untuk menghentikan kerja sama. Begitu juga untuk pendanaan, DED, kenaikan biaya konstruksi, kenaikan biaya operasional dan risiko suku bunga bisa melalui BUMD. 

Begitu juga untuk time line proyek. Setelah adanya pertemuan selanjutnya antara Pemkot, BUMD dan PT. Inka akan dilanjutkan dengan pembentukan JVC dengan BUMD yang pararel dengan Fisibility Studi (FS). Waktu yang ditentukan mulai November 2020-Jauari 2021.

Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Pre FS rencana pengembangan cable car selama 4-6 bulan. Dilanjutkan penyiapan kolaborasi dengan seluruh stakeholders terkait yang butuh waktu tiga bulan, selanjutnya kontrak penunjukan atau pengadaan melalui proses tender yang tergantung dengan skema bisnis yang diterapkan.

Setelah itu masuk pada proses kontruksi sarana dan prasarana yang diperkirakan butuh waktu 18-30 bulan. Terkahir baru dioperasikan. Sedangkan untuk jalur yang dipresentasikan oleh PT Inka, rute Cable Car berjarak tempuh sekitar ± 9.6 kilometer dan akan terdapat enam stasiun. Stasiun A direncanakan di Amartahills Hotel & Resort Panderman, Stasiun B ada di Jatim Park 1, Stasiun C di Jatim Park 2, Stasiun D ada di Batu Night Spectacular, Stasiun E berada di Jatim Park 3 dan Stasiun F di Sengkaling Waterpark. (eri/jon)