Antisipasi Harga Sayur Anjlok, Bangun Dua Cold Storage

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Dinas Pertanian Kota Batu bakal  membangun cold storage di dua tempat. Pembangunan cold storage merupakan strategi Dinas Pertanian untuk mengantisipasi anjloknya harga sayur dan buah harga saat panen raya di Kota Batu.

“Rencananya untuk pembangunan cold storage akan ada di hulu dan di hilir. Pembangunan dua tempat itu bukan tanpa alasan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono kepada New Malang Pos, Selasa (27/10) kemarin.

Ia menjelaskan, pembangunan cold storage di hulu karena material petani ada di hulu. Yakni di Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji yang menjadi pusat pertanian di Kota Batu. Kemudian untuk hilir ada di Desa Pendem Kecamatan Junrejo.

“Pembangunan cold storage di Desa Pendem dikarenakan wilayahnya berada dekat dengan pasar atau perbatasan Kota Malang dan Kabupaten Malang,” bebernya.

Dengan pembangunan dua cold storage tersebut, diharapkan bisa menyimpan hasil produk pertanian petani ketika harga rendah akibat panen raya. Selain itu juga untuk menyimpan hasil pertanian agar tidak mudah busuk.

“Rencananya pembangunan akan digarap tahun depan dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar dengan biaya APBD. Untun tahun ini masih dalam perencanaan,” bebernya.

Lebih lanjut, untuk program tersebut diharap bisa masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Sehingga pembangunan cold storage bisa terwujud sesegera mungkin.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Batu Susetya Herawan menerangkan dalam waktu lima tahun masa kepemimpinan Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si ada sepuluh program prioritas yang bakal dilakukan.

Diantaranya revitalisasi pasar tradisional, revitalisasi GOR Ganesha, peningkatan pengembangan infrastruktur jalan dan penataan kawasan paralayang berstandar internasional dan pembangunan SDN Sumberbrantas dan SMPN 7 di Kecamatan Junrejo.

Kemudian pembangunan Puskesmas di Kecamatan Bumiaji dan Unit Transfusi Darah, pembangunan perpustakaan umum, rehab gedung kesenian, pembangunan museum HAM Munir, pembangunan gudang cold storage untuk penyimpanan hasil produk pertanian, serta pemantaban dan pemberdayaan pembangunan desa wisata.

“Sepuluh program prioritas tersebut mayoritas tidak bisa diwujudkan di tahun anggaran 2020. Karena tahun depan masih sepuluh program tersebut masih dalam tahap perencanaan Detail Engineering Design (DED). Apalagi saat ini juga terjadi pendemi Covid-19. Sehingga ada yang harus tertunda,” pungkasnya. (eri/jon)