Diapresiasi Dewanti, Berharap Jadi Ikon Kota Batu

NEW MALANG POS – Usia tak menghalangi kreatifitas. Kata itulah yang tepat disematkan bagi Ali Fakih (65), warga Dusun Sukorembug Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu. Di usianya senjanya, Ali tak pernah kehabisan ide untuk berkreasi dan menghasilkan karya.

Karya tersebut adalah batik tulis dengan motif bunga yang digarapnya sendiri. Bukan tanpa alasan, batik motif bunga yang ia garap karena terinspirasi pekerjaan sehari-hari. Yakni sebagai petani bunga di Desa Sidomulyo yang saat ini tengah menjadi primadona bagi semua kalangan.

“Sebelum menggeluti kerajinan batik tulis, tiap harinya saya bertani bunga. Pertanian bunga hias sudah saya geluti sejak nenek saya. Bahkan bisa dikatakan jadi petani bunga hias pertama di Desa Sidomulyo,” ujar Ali kepada New Malang Pos.

Namun langkahnya berubah sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Tepatnya ketika diberlakukan PSBB di Kota Batu yang secara tak langsung pengiriman bunga hias tersendat dan berdampak pada perekonomian.

“Jadi masih beberapa bulan ini saya menggeluti batik tulis akibat pendemi Covid-19. Kemudian secara otodidak saya mulai membatik,” bebernya.

Bukan sekadar membatik yang tentunya bisa dilakukan semua orang. Ia mencari motif batik yang berbeda dari biasanya. Harapannya agar memiliki nilai tersendiri dan juga ikon baru bagi Kota Batu.

Melihat potensi di tempatnya yang jaya akan beragam jenis tanaman hias, kemudian Ali menuangkan corak tersebut dalam puluhan karya yang dibuatnya di pekarangan pertanian hias miliknya.

Hasilnya luar biasa. Motif batik yang ia garap mampu menunjukkan ikon Desa Sidomulyo. Mulai dari motif bunga kaktus, philodendron, anthurium, aglonema, sansivera, hingga syngonium ia buat. Sesuai dengan objek yang ada di halaman rumahnya.

Karya batik tulis miliknya mampu membuat orang terkesan. Pasalnya batik yang ia buat memiliki corak warna yang cerah dan beragam sehingga enak dipandang mata.

“Sekarang sudah 30 karya saya buat. Saya belum ada tujuan untuk menjualnya. Karena apa yang saya lakukan ini hanya untuk hiburan dan mengisi kesibukan,” terangnya.

Ia berharap dari puluhan karya batik tulis bermotif bunga yang dibuatnya menjadi ikon baru di Kota Batu. Seperti yang banyak orang ketahui, beberapa batik yang telah menjadi ikon Kota Batu seperti batik motif banteng milik Anjani.

Sebelumnya Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si juga sempat mengunjungi rumah Ali Fakih. Dewanti berkunjung ke rumah anak Ali Fakih bernama  Galih Alfiana (43) untuk melihat koleksi tanaman hias miliknya.

Pada kesempatan itu pula, Dewanti mengapresiasi Ali Fakih karena mampu mengisi hari-hari di tengah pandemi Covid-19 dengan berkarya. Ia juga berharap apa yang dilakukan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

“Pandemi Covid-19 juga membawa dampak positif. Salah satunya dengan membaca peluang seperti yang dilakukan Pak Ali Fakih. Ini yang perlu diapresiasi dan dicontoh oleh masyarakat,” pungkasnya. (eri/jon)