13 Warga Tlekung Beruntun Meninggal Terindikasi Covid-19

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Sebanyak 13 orang warga Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu meninggal dunia akibat Covid-19 secara beruntun. Ke-13 warga tersebut meninggal dalam kurun waktu 40 hari sejak bulan Oktober 2020.

Kepala Desa Tlekung Mardi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia juga menerangkan bahwa awal mula adanya rentetan warga yang meninggal akibat Covid-19 karena adanya salah satu warganya berusia 70 tahun yang sakit sesak nafas. Kemudian salah satu warganya meninggal dunia.

“Saat itu ada salah satu warga di Dusun Gangsiran Ledhok meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19 setelah beberapa hari dimakamkan. Warga tersebut berusia sekitar 70 tahun dan memiliki riwayat sesak nafas kalau tidak salah,” ujar Mardi kepada New Malang Pos, Senin (23/11) kemarin.

Lebih lanjut, Mardi menerangkan ketika dilakukan pemulasaran, banyak warga ikut mengantarkan jenazah. Karena saat itu belum diketahui apakah jenazah positif Covid-19 atau tidak. Sedangkan untuk petugas penguburan mengenakan APD.

Setelah kejadian tersebut, satu persatu kerabat dan tetangganya meninggal dunia. Hingga puncaknya terjadi pada hari Kamis (19/11) lalu yang dalam waktu sehari terdapat tiga warganya yang meninggal. Totalnya dalam waktu 40 hari ada 13 warganya yang meninggal akibat Covid-19.

Dengan adanya kejadian tersebut, warga mulai resah dan berkoordinasi ke Puskesmas Junrejo. Dari laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Batu langsung bertindak cepat dengan melakukan tracing terhadap warga sekitar.

Hasilnya sebanyak 116 orang direkomendasikan untuk melakukan tes swab selama dua hari.  Yakni Jumat (20/11) dan Sabtu (21/11). Namun hanya ada 94 warganya yang melakukan tes swab yang dilaksanakan di Taman Hutan Kota Bio Park, Tlekung.

“Dari hasil tes pertama ada 78 warga yang datang. Hasilnya ada 14 orang positif Covid-19. Sedangkan hari kedua ada 16 orang yang di swab dengan hasil dua orang positif Covid-19,” terangnya.

Untuk sisanya 29 orang yang belum ikut swab tidak diketahui keberadaannya. Kemungkinan beberapa warga tersebut takut ikut swab.

Mardi menerangkan, mereka yang ikut swab tak hanya berasal dari satu dusun saja. Tetapi dari beberapa dusun seperti Dusun Krajan Lor dan Dusun Krajan Kidul. Saat ini mereka yang diketahui positif Covid-19 telah dibawa ke rumah sakit dan Hotel Mutiara Baru untuk dilakukan isolasi.

Untuk pasien yang ada di RS Baptis sebanyak dua orang dan 14 pasien lainnya berada di Hotel Mutiara Baru. Akibat dari kejadian tersebut diharap Mardi menjadi pembelajaran warganya untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Akibat peristiwa tersebut, pihaknya juga belum memastikan adanya Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL). Karena masih mempertimbangkan anggaran.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 M. Chori masih belum bisa memberikan keterangan teekait hal tersebut. Karena pihaknya masih melakukan koordinasi.

“Kami belum bisa memastikan apakah 13 orang meninggal akibat Covid-19. Yang jelas pihak kami akan berkoordinasi lebih lanjut untuk membahas upaya apa saja yang terbaik untuk bisa dilakukan di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Hingga Senin (23/11) jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu mencapai 707 orang. Dengan rincian 88 orang aktif, 551 sembuh dan 68 orang meninggal dunia. (eri/jon)