Wouwww!!! TPA Talangagung Masuk 15 Finalis KIPP Kemenpan-RB

NEW MALANG POS, MALANG – Tempat Pemrosesan Akhir biasanya dijauhi masyarakat. Tapi tidak dengan TPA Sampah Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen. Masyarakat tidak anti datang ke TPA ini. Sehingga membawa TPA Talangagung sukses menjadi 15 finalis lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik alias KIPP tahun 2020.

KIPP adalah hajatan Kemenpan-RB pimpinan Tjahjo Kumolo. Bupati Malang Drs. H. M Sanusi pun sempat presentasi soal TPA Talangagung. Dia paparkan inovasi di hadapan panelis tunjukan Kemenpan-RB melalui virtual. “TPA Talangagung adalah role model di Indonesia,” klaim Sanusi Jumat kemarin.

Alasannya, TPA Talangagung bermanfaat bagi warga. Tempatnya tidak hanya untuk membuang sampah. Pemerintah mengelolanya menjadi produsen gas metan. Bahan bakar inilah yang berguna bagi masyarakat. Sehingga TPA Talangagung tidak dijauhi warga sekitar.

“Di mana-mana TPA dijauhi masyarakat. Hanya TPA Talangagung yang disukai. Karena ada gas metan yang termanfaatkan,” sambungnya.

Gas metan memungkinkan diproduksi karena sistem pengelolaan sampahnya. TPA Talangagung memakai sistem landfill. Sampah ditanam di dalam tanah.

Proses pembusukan menghasilkan gas metan. Gas itu dikumpulkan untuk bahan bakar kompor rumah tangga. Ada 250 keluarga yang memakai gas metan. Mereka tidak menggunakan elpiji. Masyarakat pun bisa berhemat. Sanusi meyakini, kemanfaatan TPA Talangagung berpotensi menang.

Jika sukses di KIPP, TPA Talangagung akan semakin terkenal. Semakin banyak juga pengunjungnya. Yang ingin belajar pengelolaan sampah. Sekaligua melihat produksi gas metan yang bisa menggantikan elpiji itu.(fin/agp)