Volume Sampah Meningkat, Produksi Gas Metan Bertambah

MENINGKAT: Volume sampah di TPA Talangagung Kepanjen meningkat dan membuat produksi gas metan bertambah.(NMP-IAN)

NewMalangPos, MALANG-Seiring meningkatnya produksi gas metan di TPA Talangagung Kepanjen, diperkirakan ada tambahan saluran rumah (SR) yang menerima distribusi gas metan untuk kebutuhan sehari-hari. Diketahui lebih dari separuh warga di Dusun Kasin Desa Talangagung, telah menerima manfaat gas metan. Gas olahan dari sampah ini bisa dipakai untuk bahan bakar keperluan rumah tangga.

“Gas metan ini sudah terdistribusi untuk 400 rumah. Harapannya tahun ini bisa bertambah lagi” ujar Kepala TPA Rudy Santoso kepada New Malang Pos, Rabu (3/1) kemarin.

Tercatat tekanan produksi gas metan saat ini masih cukup besar, yakni pada angka 9 meter kubik perjamnya selama 24 jam nonstop. Sedangkan tekanan gas metan pada beberapa waktu sebelumnya hanya memiliki kekuatan 7 meter kubik perjamnya. Namun karena adanya peningkatan volume sampah yang masuk, maka membuat produksi gas metan juga naik secara signifikan.

“Memasuki masa pandemi Covid-19, produksi sampah naik sampai 214 ton sampah perhari. Sedangkan untuk produksi sampah sebelum masa pandemi masih berkisar 210 ton perharinya,” tuturnya.

Rudy menyebut, tekanan gas metan yang dimanfaatkan masyarakat masih dirasakan dengan keadaan yang cukup seimbang. Karena TPA Talangagung menggunakan pipa PVC dengan ukuran 2 inch. Ke depan akan diupayakan pemanjangan pipanisasi gas agar bisa dinikmatimasyarakat Dusun Kasin secara menyeluruh.

Tekanan gas metan ini juga masih berada diangka 90 bar untuk jarak terdekat dan 80 bar untuk jarak terjauh. Sehingga pemanfaatan di masyarakat masih bisa dirasakan secara merata.

Gas metan ini sepenuhnya gratis untuk masyarakat sekitar. “Gratis. Untuk perawatan pipa kecil di rumah masyarakat tentu swadaya. Dari warga untuk warga. Tapi untuk perawatan pipa distribusi tetap dari pemerintah,” katanya.(ian/agp)