SMK Mutu Gondanglegi Mastasiba Daring Dengan 936 Siswa, Calon Masa Depan Indonesia

NEW MALANG POS, MALANG – SMK Muhammadiyah Tujuh Gondanglegi bikin mastasiba. Kependekan dari masa ta’aruf siswa baru. Istilah lainnya, masa orientasi siswa. Ta’arufnya bukan dengan calon pasangan. Tetapi, dengan SMK Mutu.

Ada 936 siswa yang ta’aruf-an dengan SMK Mutu. Dipimpin oleh H Pahri, SAg MM. Asal para siswa itu jauh. Ada dari Fakfak Papua. Ada pula dari Nunukan Borneo. Pun, dari Batam serta Balinustra (Bali Nusa Tenggara Timur dan Barat).

Tiga tahun ke depan, di sanalah mereka belajar. Kenalannya pun lewat zoom. Karena pandemi, para siswa ta’aruf perdana lewat konferensi video.

Pahri mengaku bangga dengan angkatan 2020 ini. Mereka-lah angkatan yang tak cuma mencari ilmu saja. Kesehariannya, mereka akan bertarung melawan Covid-19 juga.

“Covid-19 tidak menyurutkan anak indonesia untuk tegar dan kuat. Mereka bisa mastasiba, walaupun memakai teknologi daring. Tidak akan mengurangi esensinya,” jelas Pahri saat menyambut para siswa via daring, Senin (13/7).

Seperti namanya ta’aruf, siswa kenalan dengan seluk beluk sekolah. Apa saja jurusannya. Di mana letak sekolahnya. Siapa saja gurunya. Serta kompetensi apa yang ditawarkan SMK Mutu. Tiga tahun ke depan, Pahri berharap 936 siswa lulus semua. Dia siap menerima beban dari orangtua para siswa.

Yang menitipkan anaknya ke SMK Mutu untuk mencari ilmu. “Ini penting untuk keberhasilan mereka di masa depan. SMK Mutu tidak bisa sendirian mewujudkan ini. Perlu kerjasama pemerintah, sekolah dan orangtua siswa,” papar Pahri.

Konferensi video masa kenalan siswa, juga diikuti orang pusat. Yaitu Direktur PSMK Kemendikbud, Dr Ir M Bakrun MM. Serta Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto. Pesan keduanya hampir sama. Siswa SMK adalah masa depan Indonesia. Merekalah tenaga-tenaga kompeten siap kerja. Lebih siap daripada lulusan sarjana dari sekolah biasa.

“Karena masa depan Indonesia adalah kompetensi. Siapa yang kompeten, itu yang sukses. Kompeten berarti ‘aku bisa apa’. Bukan ‘aku sudah belajar apa’,” terang Wikan.

Dia punya pesan lain bagi para siswa SMK. Cinta. Bukan cinta remaja. Tapi cinta pada ilmu. Cinta pada pekerjaan.

Cinta pada bidang vokasi pilihan. “Miliki visi dan mimpi. Supaya ada passion dalam menempuh pendidikan. Cintailah pilihan bidang ilmu yang kalian pilih. Ketika mencintai, ada passion dan power mengejar mimpi,” tuturnya.(fin/agp)