Presisi Kapolri, Hadirkan Penerjemah Bahasa Isyarat

PENERJEMAH: Dyah Retno Dewi penerjemah bahas isyarat asal Kecamatan Sumberpucung yang dihadirkan Polres Malang untuk program Presisi Kapolri.( NMP-IPUNK PURWANTO)

NewMalangPos, MALANG-Ada pemandangan berbeda saat press release kasus carok Sumbermanjing Wetan di Mapolres Malang, Rabu (3/2) kemarin. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar didampingi seorang perempuan. Dia adalah penerjemah bahasa isyarat.

Perempuan itu bernama Dyah Retno Dewi. Dia warga Kecamatan Sumberpucung. Dyah sengaja dihadirkan untuk menerjemahkan dengan bahasa isyarat setiap kali ada press release.

Hendri mengatakan, bahwa kehadiran penerjemah bahasa isyarat merupakan bagian dari program Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. “Ini memang program baru. Mulai hari ini (kemarin, red) sampai seterusnya akan ada penerjemah bahasa isyarat. Setiap press realese akan kita hadirkan,” ungkapnya.

Sementara, Dyah mengatakan baru kali ini digandeng Polres Malang untuk program Presisi Kapolri. Namun sebelumnya dia mengaku sudah beberapa kali mengikuti kegiatan yang membutuhkan penerjemah bahasa isyarat.

“Dulu pernah waktu seminar batik Disnaker. Terus diminta tolong anggota Bhabinkamtibmas Sumberpucung untuk kegiatan di wilayahnya,” ujar Dyah.

Dyah melanjutkan, dia mulai belajar bahasa isyarat pada tahun 2012. Ketika ia mengajar di SLB PGRI Sumberpucung. Padahal sebenarnya dia bukan lulusan Pendidikan Luas Biasa (PLB).

“Saya ini sebenarnya lulusan bidan. Kemudian belajar di sana (SLB PGRI Sumberpucung, red) bersama anak-anak. Secara otodidak dan mengalir saja,” terang wanita berusia 34 tahun ini.

Menurutnya awal mempelajari bahasa isyarat memang ada kesulitan tersendiri. Tetapi lama-lama sudah biasa dan fasih, asalkan ada kemauan belajar.

“Sukanya banyak sih. Kalau dukanya tidak ada, karena anak-anak punya kelebihan masing-masing. Malah saya yang merasa kekurangan. Masih banyak yang memandang anak-anak sebelah mata. Saya sama dewan guru di sekolah mencoba mengembangkan potensi anak-anak,” papar ibu satu anak ini.(agp)