Pintu Malang Menuju Bromo Lebih Representatif

NEW MALANG POS, MALANG – Sebagai Kawasan Prioritas Nasional Pariwisata oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Bromo Tengger Semeru (BTS) semakin jadi primadona. Khususnya bagi empat daerah yang menjadi pintu masuk Bromo, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang.

                Empat daerah ini seolah berlomba untuk bisa menjadi pilihan para wisatawan yang ingin masuk Bromo. Tidak terkecuali Kabupaten Malang yang terus berbenah, menyusul angin segar dari pemerintah pusat untuk memecah konsentrasi pengunjung di pintu masuk Probolinggo dan Pasuruan.

                Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pariwisatadan Kebudayaan (Disparbud) telah mengakomodir BTS dalam kawasan strategis pengembangan pariwisata yang ada di Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Malang, berlaku selama 15 tahun.

“Itu sudah menjadi komitmen bersama, ketika sudah ada di rencana induk, kita optimalisasikan semua lini atau aspek-aspek pendukung kepariwisataan sehingga BTS ini yang secara khusus melalui pintu Malang bisa representatif untuk dikunjungi para wisatawan,” ungkap Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Malang, Armand Erlangga.

“Tindakan kongkritnya, pertama peningkatan kualitas sumber daya manusianya, kedua mendorong sarana prasarana dan fasilitas penunjang pariwisata yang arah Bromo, kemudian kita juga fasilitasi masyarkat untuk menggali eksistensi kebudayaan yang masih terjaga di Ngadas, Gubugklakah dan Poncokusumo,” lanjutnya.

Disparbud Kabupaten Malang pun yakin BTS melalui pintu Malang sangat representatif, lantaran banyak opsi untuk wisatawan. Mereka tidak hanya disuguhi keindahan Bromo, namun banyak alternatif  wisata di Kabupaten Malang, khususnya di jalur menuju kawasan BTS.

“Ini potensi yang luar biasa, saat pusat menujuk Bromo sebagai potensi prioritas,  bersama-sama kita mengoptimalkan segala kompenan dalam menunjang kepariwisataan Bromo yang melalui pintu Malang, karena secara secara fasilitas, Malang lebih representatif, ada bandara, stasiun dan banyak alternatif wisata sebagai penyangga Bromo,” yakin Armand.

Khusus di Ngadas, Gubugklakah dan Poncokusumo, tiga desa wisata ini dikenal banyak atraksi pariwisata, baik wisata alam maupun tradisi seni budaya. Termasuk di kawasan sekitarnya seperti di Jabung, Pakis, Tumpang, Singosari serta beberapa daerah lainnya juga menawarkan obyek wisata menarik seperti air terjun, river tubing, candi dan lain sebagainya.

                “Pada prinsipnya Pemkab Malang komit dan konsisten merujuk dengan apa yang menjadi kebijakan pusat, bahwa BTS jadi prioritas, kita juga akan mengarah kesana juga.  Pintu Malang menuju Bromo ini juga sudah semakin dilirik oleh para wisatawan, karena kemudahan akses dan fasilitas akses,” jelasnya.

                Menarik lagi dari pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sudah berkomunikasi dengan Pemkab Malang tentang rencana pengembangan kawasan strategis yang baru. Nama Kawasan yang masih belum tergarap maksimal itu adalah Bukit Galaxy. Harapannya kawasan ini  nantinya dikerjasamakan dengan Kabupaten Malang.

“Disiapkan prasarana pariwisata yang segmennya premium, akan ditawarkan view dan suasana dengan akomodasi berkelas, untuk menikmati sunshet, sunrise dan bintang, jadi disitu bisa melihat semua. Kabupaten Malang belum ada view, jadi akan masuk disana, dan dari situ diharapkan bisa mendukung pendapatan asli daerah Kabupten Malang saat kawasan itu dibangun,” pungkas Armand ditemui usai diskusi pariwisata di kantor New Malang Pos, Jumat (27/11). (bua)