PGRI Kabupaten Malang; Rayakan Ulang Tahun, Menanti Kado SK Guru

NEW MALANG POS, MALANG – Tepat tanggal 25 November hari ini adalah Hari Guru Nasional. Selain itu, pada tanggal yang sama adalah juga hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Tahun 2020 ini, peringatan Hari Guru Nasional yang ke-26 serta HUT ke-75 PGRI yang juga dirayakan PGRI Kabupaten Malang, Rabu (24/11) kemarin.

“Sudah jadi tradisi, H-1 kita gelar tasyakuran dan kita juga ziarah makam tokoh-tokoh pejuang organisasi, ada delapan tempat yang kita datangi di Tumpang, Sumberpucung, Ngajum, Kromengan, Kepanjen, Pakisaji, Singosari dan Lawang, kita juga beri santunan,” ungkap Ketua PGRI Kabupaten Malang Dwi Sucipto.

“Tahun ini ada instruksi dari pusat, tidak boleh ada kerumunan, jadi kita tidak menggelar apel, acara tasyakuran juga kita terbatas yang diundang tiap cabang diwakili satu orang. Kita patuh protokol karena guru adalah pelopor. Rencana besok (hari ini), ada doa bersama di cabang, ada di lima Kecamatan, jadi ini betul-betul minimalis,” lanjutnya pada New Malang Pos saat ditemui di kantornya, Rabu (24/11) kemarin.

NMP
Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto memberi sambutan dalam acara tasyakuran Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, kemarin.

Disinggung tentang harapannya pada Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ini, Sucipto inginkan guru untuk berintrospeksi. Menurutnya, yang terjadi sebelumnya adalah masa lalu dan itu adalah sejarah. Tiap sejarah pastinya ada kejadian untuk bisa dianalisa. Khususnya dalam kurun waktu setahun terakhir ini.

“Apa yang kurang, mungkin kurang disiplin, kurang perhatian atau kurang patuh semua introspeksi pada hari lalu sebagai sejarah untuk dianalisa, hari ini sebagai kenyataan yang kita terima, mungkin prestasi kurang atau karakter siswa kurang bagus. Setelah kita analisa harus berani berbuat yang baik kita tingkatkan yang kurang kita perbaiki. Hari ini harus lebih baik dari kemarin,” jelasnya.

Termasuk kesejahteraan para guru menjadi perhatiannya harus lebih baik. Menurutnya guru harus bisa belajar mengajar dengan nyaman enjoy dan sejahtera. Harapannya para guru bisa profesional dan lebih bermartabat. Untuk itu dukungan pemerintah sangat diharapkan seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang selama ini.

“Kami sampaikan terimakasih atas dukungan Pemkab Malang, kami tidak sendiri kolaborasi stakeholder pendidikan di Kabupaten Malang luar biasa. Termasuk membantu dengan adanya surat perintah tugas untuk para guru yang punya sertifikat profesional,” terang Sucipto yang hingga kini menunggu kado dari pemerintah pusat.

Kado tersebut adalah SK (Surat Keputusan) untuk 588 guru yang telah dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pasalnya, sejak dinyatakan lulus pada bulan Mei 2019 lalu hingga saat ini, mereka belum mendapatkan SK. “Semoga November ini bisa segera turun, itu akan menjadi hadiah bagi para guru,” yakinnya.

Satu hal lagi yang diperjuangkan PGRI Kabupaten Malang adalah terkait guru honorer dengan usia 35 tahun ke atas. Status mereka jadi perhatian lantaran tidak bisa mengikuti seleksi CPNS dengan syarat usia di bawah 35 tahun. “Loyalitas para guru ini tinggi, mereka sudah mengabdi puluhan tahun, seleksi P3K untuk mereka tidak bisa dibuat sama seperti yang baru lulus dengan standart reguler, itu tidak adil, karena guru honorer ini sudah lebih berpengalaman, harus tetap dinilai pengabdiannya,” pungkasnya. (bua/adv/jon)