Pelebaran Jalur Bromo, Tunggu Banntuan Pemerintah Australia

NEW MALANG POS, MALANG – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Pemkab Malang melakukan pembangunan di kawasan Malang Timur. Melalui Dinas PU Bina Marga, telah meningkatkam kualitas jalan. Mulai dari Desa Tulus Besar sampai batas wilayah Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang.

Namun demikian, bukan berarti sudah selesai. Masih ada satu tahap pekerjaan yang harus diselesaikan, yaitu pelebaran jalan. Tepatnya di Jalan Raya Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo.

Ada salah satu ruas jalan yang harus dilebarkan. Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Suwiknyo mengatakan, ruas jalan yang akan dilebarkan panjangnya sekitar 100 meter. Namun karena salah satu sisinya jurang, maka DPUBM harus memutar otak untuk teknik pembangunannya.

“Rencananya kami menggunakan kontruksi kantilever untuk pelebaran di ruas jalan ini,’’ katanya saat meninjau lokasi ruas jalan yang akan dilebarkan.

Baca Juga: Merapi dan Deretan Gunung Api di Indonesia yang Sedang Erupsi

Dijelaskan Suwiknyo, kontruksi kantilever merupakan kontruksi dengan struktur yang menggantung tanpa tiang penyangga atau penguat eksternal. “Kami menggunakan kontruksi itu karena memang kondisi salah satu sisinya adalah jurang. Kalau mengurug tanah sangat tidak mungkin,’’ urainya. Kontruksi kantilever sendiri dikatakan Suwiknyo, layaknya pembangunan fly over.

Biaya untuk pelebaran jalan dengan kontruksi kantolever cukup besar. Untuk ukuran 100 meter dengan lebar jalan 7 meter dibutuhkan anggaran sekitar Rp 10 M.

“Itu hanya untuk pembangunan fisik saja, belum termasuk pembebasan lahan. Karena untuk pembebasan lahan menjadi tanggung jawab desa atau Dinas Pertanahan,’’ tambahnya. 

Sementara dari anggaran yang cukup besar tersebut, Suwiknyo mengatakan tetap mengandalkan bantuan dari Pemerintah Australia. Ini sama dengan pembangunan tahap satu dan tahap dua, dimana Pemkab Malang mendapatkan sokongan anggaran dari Pemerintah Australia.

“Yang pasti saat rapat pembahasan APBD 2021 lalu, kami sudah usulkan untuk kelanjutan pembangunan tahap tiga akses jalan menunju wisata Bromo, Tengger, Semeru. Kami berharap usulan itu tidak dicoret, sehingga untuk peningkatan jalan kawasan Malang Timur bisa selesai di tahun 2021 seperti yang direncanakan,’’ bebernya.

Peningkatan jalan di kawasan Malang Timur ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Malang sangat mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)  Bromo Tengger Semeru (BTS). “Sementara untuk fasilitas-fasilitas penunjang lain yang disediakan, kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait. Seperti contohnya Dinas Perhubungan untuk fasilitas rambu-rambu lalulintas dan lainnya. Prinsipnya kami ingin wisatawan yang ingin menunju Bromo bisa nyaman dan aman berkendara,’’ tandasnya (ira/agp)