OJK Latih 20 UMKM Melek Digital

NEW MALANG POS – UMKM adalah salah satu usaha yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19 di Malang Raya. Permintaan produknya juga bergantung dari sektor pariwisata. Kondisinya sektor pariwisata juga belum sepenuhnya pulih. Berbagai percepatan untuk mendorong ekonomi pelaku UMKM pun perlu dilakukan. Salah satu strateginya dengan memperluas jangkauan pemasaran.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang melatih 20 UMKM di Kabupaten Malang yang bertajuk Digitalisasi UMKM 4.0 di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung.

Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Malang Raya Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM turut hadir secara virtual pun memberi dukungan. Menurutnya, saat ini semua sedang menggunakan media daring, sehingga bisa menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk terlibat di dalam era digital ini.

“Digitalisasi ini sekaligus juga untuk menumbuhkan produktivitasnya dan ekonominya, mungkin di masing-masing desa memiliki produk yang bisa ditonjolkan dan berhak ditampilkan sehingga ini menjadi potensi,” ujar Andreas.

Lebih lanjut, Kabupaten Malang memiliki potensi yang luar biasa apabila dapat mengembangkan UMKM sebab jumlahnya sangat besar di kisaran 460 ribu. Apabila satu UMKM rata-rata mempekerjakan 3 orang, berarti jumlahnya sudah 1.2 juta pekerja. Dengan kata lain mereka sudah bisa menggerakkan kembali roda ekonomi yang terdampak Covid-19.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah memberikan dukungan agar UMKM kembali bergeliat. Misalnya dengan menaikkan target KUR menjadi Rp 190 triliun di 2020 dan Rp 300 triliun di 2024.

“Artinya ini menjadi peluang bagi masyarakat khususnya UMKM, kita punya potensi tinggal bagaimana mengoptimalkan,” tegasnya.

Senada dengan Andreas, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, mengatakan pihaknya juga turut mendukung UMKM berkembang dan memiliki jangkauan pasar yang luas. Langkah awal dengan adanya Digitalisasi UMKM 4.0, sehingga diharapkan dapat menyebarkan virus kebaikan kepada UMKM lain.

“Kami thau betapa beratnya UMKM di masa pandemi ini, bagaimana menjual produknya, produksi mungkin jalan tapi kalao pasarnya tidak ada juga akan sulit sehingga kita harus memperluas pasar dengan memanfaatkan teknologi pemasaran, tidak hanya menunggu pengunjung datang ke tempat kita,” kata Sugiarto.

Dengan memanfaatkan teknologi, produksinya di Malang namun yang membeli bisa sampai ke Papua maupun Kalimantan. Dalam pelatihan kepada 20 UMKM, OJK Malang menggandeng Komunitas Jagoan Indonesia dan akan mendampingi mereka selama satu bulan.

OJK menaruh harapan besar agar kedepan semua pelaku UMKM bisa berjualan di platform digital. Setelah pelatihan nantinya juga ada evaluasi termasuk juga reward bagi mereka yang sudah mampu memperluas pasar.

“Nanti akan ada replika kegiatan ini di tempat lain, kami ingin memberikan manfaat yang lebih besar,” tutupnya. (lin/aim)