Masyarakat Gondanglegi Harus Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Illegal

NEW MALANG POS – Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai terus menerus dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Malang. Selasa (24/11), kegiatan yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu, digelar di aula Rumah Makan Zam Zam, Jalan Raya Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Gondanglegi sendiri, masih menjadi salah satu daerah tertinggi peredaran rokok illegal di Kabupaten Malang. Bahkan, masih ada perusahaan rokok yang perlu pendekatan dari Bea Cukai Malang. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Azis, SE, M.Si saat membuka acara tersebut.

BUKA: Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Azis, SE, M.Si membuka acara sosialisasi.

“Sebab itu, peserta yang didatangkan yakni aparat kecamatan, perwakilan 12 desa, pengusaha serta penjual rokok grosir. Mereka diharapkan pula akan jadi garda terdepan, ikut memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait program Pemkab Malang: Gempur Rokok Illegal,” paparnya panjang lebar kepada wartawan.

Anis, panggilannya mengungkapkan bila program seperti ini sudah sering dilakukan oleh perusahaan swasta, seperti Sampoerna. “Mereka memiliki pedagang rokok binaan yang menjual rokok legal dengan memberikan label Sampoerna Retail Community (SRC). Nah, kami usul ke Bea Cukai Malang, juga memberi hal sama,” katanya.

SOSIALISASI: Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Malang, Santje Asbay menjelaskan tugas Bea Cukai dan penerimaan negara dari cukai.

Dia mengingatkan, pemasukan sektor cukai butuh keterlibatan dari semua pihak. Apalagi peredaran rokok illegal sangat mudah. “Ini dilihat dari data Bea Cukai Malang dan barang hasil sitaan yang dimusnahkan. Keterlibatan dari masyarakat, utamanya di kecamatan yang masuk zona merah peredaran rokok illegal sangat penting,” tutup dia.

Sementara itu, Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai, dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, Santje Asbay. Ia yang baru satu bulan lalu menjabat ini memaparkan tugas pokok Bea Cukai, termasuk penerimaan negara dari cukai. (mar)