Dinkes Gelar OJT Vaksinasi Bagi Vaksinator Faskes

NewMalangPos
Ilustrasi. (M Firman/Newmalangpos

NewMalangPos, MALANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang akan melakukan on job training (OJT) alias pelatihan vaksinasi bagi vaksinator dari fasilitas kesehatan. OJT ini dilakukan sebagai upaya persiapan petugas vaksinator sebelum vaksinasi di setiap faskes di Kabupaten Malang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani, Selasa(13/1).
Para Vaksinator akan mengikuti On Job Training yang akan dilangsungkan tanggal 17 hingga 20 Januari ini. Pelatihan yang dilakukan bertujuan memberikan pembekalan dan persiapan setiap petugas dalam melakukan vaksinasi, jika jadwal sudah dipastikan nanti.

“Salah satu upaya kami memberikan pelayanan dengan membekali pelatihan buat petugasnya. Rencananya akan dilakukan 17 sampai 20 Januari nanti,” tutur Arbani.

Dalam pelaksanaannya nanti, menurut penuturan Arbani, pelatihan akan dilakukan secara daring atau virtual. Dengan melibatkan setiap tim vaksinator dari masing-masing fasilitas kesehatan (faskes) yang ada.

“Dari setiap faskes, masing masing mengirimkan tim untuk menjalani pelatihan. Pelatihan dilakukan secara daring,” imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa on job training secara virtual akan bekerjasama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan di Semarang.
Selain vaksinasi secara khusus, vaksinator juga akan dibekali dengan pelatihan penanggulangan efek samping dan tim observasi untuk memastikan keamanan.

Vaksinator diambil dari setiap titik Faskes yang dipersiapkan untuk vaksinasi, yakni sebanyak 59 Faskes di Kabupaten Malang.

“Setiap tim ada tim observasi dan juga tim penanggulangan efek samping. Biar nanti tidak ada kesulitan melakukan penanganan jika ada efek samping yang ditimbulkan,”ungkapnya.

Pihaknya menargetkan untuk proses vaksinasi dilakukan 20 orang setiap sesi, dengan masing-masing fasilitas kesehatan akan dilakukan 1 hingga 5 sesi. Hal tersebut mempertimbangkan kemampuan vaksinator di masing-masing faskes untuk setiap minggunya.

“Target kita 1 sesi 20-an orang, masing masing faskesnya bisa 1 sampai 5 sesi tergantung kemampuan faskes yang ada dengan tim vaksinator masing-masing. Satu tim akan melakukan satu sesi dalam seminggu setiap sesinya 3 jam,” rincinya.

Ia menjelaskan bahwa proses On Job Training ini diharapkan mampu mengantisipasi dan menjalankan proses vaksinasi dengan maksimal untuk masyarakat. Kriteria yang diberlakukan bagi penerima vaksin menurutnya akan disesuaikan dengan ketentuan dari pusat.

“Kalau untuk kriteria penerima sesuai ketentuan dari pusat, yakni usia produktif 18 tahun sampai dengan 59 tahun. Yang telah terverifikasi pusatberdasarkan kondisi individu,” tandasnya.
(dj6/ley)