Desa Wisata Pujon Kidul, Hadirkan Kampung Budaya

NEW MALANG POS, MALANG – Siapa tak kenal Desa Wisata Pujon Kidul? Desa yang terkenal dengan café sawahnya ini sudah mulai go internasional. Terbukti dengan kunjungan wisatawannya, tak hanya dari dalam negeri, kini juga didatangi wisatawan asing.

Daya tarik wisata yang berada di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini adalah kondisi alamnya yang mendukung, sering disebut instagramable. Udara sejuk pegunungan, daerah ini cocok untuk pertanian dan peternakan yang kini dikembangkan menjadi agro wisata.

Lebih dari itu, warga sekitar juga sadar wisata, hingga dibentuklah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tahun 2014 lalu. Diantara unit usahanya adalah mengelola wisata di Desa Pujon Kidul, hingga tahun 2019 lalu berhasil membukukan omset Rp 15 miliar lebih.

 “Lahan desa yang dikelola untuk wisata ada 6 hektar, melibatkan masyarakat sekitar dan dikelola BUMDes. Selain kondisi alam yang bagus, kita juga menawarkan wisata agro, wisata edukasi dan yang baru ada kampung budaya,” ungkap Udi Hartoko, Kepala Desa Pujon Kidul, Kamis (24/9) kemarin.

Ditemui di kantornya, Kepala Desa yang juga sebagai Komisaris BUMDes Sumber Sejahtera Desa Wisata Pujon Kidul ini menjelaskan, untuk kampung budaya mengusung konsep wisata kuliner ‘Pawon Ndeso’, dilengkapi musik tradisional dan juga kesenian tari.

 “Itu dikelola unit wisata desa, rencananya ini ada kunjungan wisatawan dari Kalimantan Selatan. Selain menerima kunjungan wisata, kita juga menerima studi banding, khususnya bagi yang ingin mengembangkan BUMDes,” sebut Udi Hartoko memastikan rombongan dengan bus besar bisa masuk.

Sementara itu, berdasarkan struktur organisasi BUMDes Pujon Kidul, ada delapan unit usaha yang dikelola. Diantaranya unit parkir yang menjadi salah satu sumber pemasukan dari pengunjung wisatawan ke café sawah. Sedangkan café sawah ini dikelola oleh unit tersendiri.

 “Ada juga unit Live In, mengelola keseluruhan wisata desa, termasuk studi banding, wisata edukasi, kampung budaya, wisata petik sayur dan buah. Kita ada beberapa paket yang ditawarkan pada wisatawan,” ungkap Mustaqfirli, Direktur Keuangan BUMDes Pujon Kidul kepada New Malang Pos.

Wisata edukasi yang ditawarkan antaralain tentang pertanian, peternakan, membatik dan pengolahan susu sapi. Para wisatawan tersebut bisa juga menginap di homestay yang telah disiapkan warga. “Ada 34 homestay, rata-rata Rp 150 ribu per hari,” lanjutnya.

Berdasarkan data dari Unit Parkir, rata-rata pengunjung di masa pandemi ini antara 400 hingga 700 orang per hari pada saat weekday dan  antara 2.000 hingga 4.000 pada saat weekend. Sedangkan sebelum pandemi, rata-rata pengunjung pada saat weekend lebih dari 5.000 orang per hari.

Selain pengunjung dari kota-kota sekitar Malang dan dari luar pulau, Desa Wisata Pujon Kidul pernah dikunjungi wisatawan dari Jepang, Qatar dan Malaysia. Lokasi wisata yang berjarak hanya 9 km atau sekitar 15 menit dari Kota Batu ini memang memiliki daya tarik tersendiri.

 “Untuk paket studi banding, rata-rata Rp 120 ribu per pax, lalu ada paket one day trip rata-rata Rp 250 ribu per pax, bergantung wisata edukasi yang diinginkan, sedangkan paket 3 day 2 night sekitar Rp 850 ribu per pax,” terang Ilham Pras, Koordinator Unit Live In BUMDes Pujon Kidul.

 “Khusus kampung budaya, kita menyajikan kesenian tari, musik tradisional, membatik dan kuliner ndeso, termasuk kopi ndeso, disitu ada edukasi serta atraksi wisata kopi tempo dulu,” sambung Ilham saat mendampingi Mustaqfirli di kantor BUMDes Pujon Kidul, kemarin.

Bagi pengunjung yang ingin meneruskan wisata dari Kota Batu menuju Pujon, perkiraan biaya dengan GoCar sekitar Rp 50 ribu. Sedangkan jika dari Stasiun Kota Malang dengan jarak 24 km, biaya transportasi online sekitar Rp 105 ribu. Pujon Kidul menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi.

Apalagi kini juga ada destinasi lain seperti Bukit Nirwana atau bisa juga berkunjung ke Florawisata yang tak jauh dari Pujon Kidul. Termasuk wana wisata Coba Rondo yang lebih dulu menjadi primadona wisata di Pujon, Kabupaten Malang. (bua)