Denda Pelanggar Prokes Terkumpul Rp 64,5 Juta

protokol kesehata
Ilustrasi Pelanggar protokol kesehatan

NEW MALANG POS, MALANG – Total sebesar Rp 64,5 juta lebih denda pelanggar protokol kesehatan (Prokes) yang terkumpul selama Operasi Yustisi berlangsung. Denda tersebut dari total 4.302 warga yang terjaring melanggar Prokes, mulai pertengahan September sampai akhir Desember 2020.
Berdasarkan data tersebut, maka terlihat jelas bahwa pelanggar Prokes di Kabupaten Malang masih cukup banyak. Hal inilah, yang berdampak meningkatnya jumlah kasus Covid-19.
“Semua pelanggar itu terjaring Operasi Yustisi di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Rata-rata mereka yang dikenakan denda karena tidak menggunakan masker,” ungkap Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Mstondang.
Mando sapaan akrabnya mengatakan, selama Operasi Yustisi petugas tidak mengenakan denda maksimal dengan pertimbangan kemanusiaan.
“Umumnya sanksi denda hanya kami kenakan sebesar Rp 20 ribu kepada masing-masing pelanggar,” ujar Mando.
Namun sanksi denda yang diterapkan tersebut, tidak membuat efek jera masyarakat. Terbukti jumlah warga yang melanggar masih cukup banyak. Karenanya Mando akan meminta petunjuk Bupati Malang terkait kelanjutan Operasi Yustisi pada tahun ini.
“Apakah nanti sanksi denda maksimal atau tidak kami menunggu instruksi. Tapi yang jelas Operasi Yustisi ini cukup efektif, meskipun tingkat kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan masih belum maksimal,” urainya.
Mando melanjutkan, semua denda dari masyarakat sudah disetorkan ke kas daerah melalui rekening Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang. Bahkan setoran uang denda dilakukan usai operasi yustisi digelar.
“Saat ada jadwal Operadi Yustisi dan ada uang, langsung disetorkan setelah kegiatan selesai supaya tidak ada beban,” pungkasnya.(ira/agp)