Daging Sapi Turun, Cabai Rawit Masih Pedas

MASIH MAHAL: Nur Hanifah salah satu pedagang di Pasar Kepanjen menunjukkan cabai dagangannya.(IAN/Newmalangpos)

NewMalangPos, MALANG-Harga bahan pokok di pasar sebagian besar mengalami penurunan. Namun harga cabai rawit masih tergolong tinggi. Saat ini masih di angka Rp 70 ribu. Padahal normalnya sekitar Rp 55 ribu – Rp 56 ribu per-kilonya.

Sedangkan harga daging sapi, sejak tiga hari ini sudah mulai turun. Dari sebelumnya Rp 125 ribu per-kilogram, kini sudah turun menjadi Rp 110 ribu.

“Untuk harga cabai masih belum ada solusi. Sudah hampir saebulan harganya tinggi, bahkan ada yang masih harga Rp 75 ribu,” tutur Nur Hanifah salah satu pedagang cabai di Pasar Kepanjen kepada New Malang Pos, Jumat (5/2) kemarin.

Meski begitu, Nur mengaku permintaan cabai di Pasar Kepanjen masih tinggi. Bahkan pembeli tidak ragu untuk membeli cabai rawit kering dengan membayar setengah harga normal.

Kondisi ini juga diamini oleh salah satu petani cabai asal Poncokusumo yakni Sudiono. Ia mengaku mengalami gagal panen cabai akibat intensitas hujan yang tinggi. Menurutnya kadar air dalam tanah terlalu tinggi sehingga membuat tanaman cabai mudah membusuk.

“Biasanya bisa mengirim sampai 20 ton. Tetapi tahun ini gagal panen dan hanya membawa 5 ton untuk pengiriman ke Pasar Kepanjen,” urai Sudiono.

Terpisah, Sunarti penjual daging sapi di Pasar Kepanjen mengaku mengalami penurunan harga karena stock yang terlalu banyak. Dalam kurun tiga hari nilai penurunan harga daging bahkan telah mencapai Rp 15 ribu.

“Akhir Januari masih Rp 125 ribu, tetapi sekarang sudah diangka Rp110 ribu. Daging ayam juga ikut turun namun tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, harga komoditi tersebut sebenarnya berangsur normal. Namun memang dimungkinkan masih ada yang memberi harga tinggi akibat cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.

“Harga cabai rata-rata Rp 60 ribu. Sedangkan daging rata rata sekarang Rp 108 ribu,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwantoro.(ian/agp)