Cara BPBD Percepat Penanganan Bencana Alam, Bentuk Petugas Pos Lapangan

NewMalangPos, MALANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang membentuk petugas pos lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan ketika terjadi bencana. Mengingat musim hujan saat ini, sering terjadi bencana alam.

Petugas pos lapangan ini, ditempatkan di empat titik. Terutama wilayah yang kerap terjadi bencana. Yakni di Kecamatan Ngantang, Tumpang, Tirtoyudo serta Gedangan. Setiap pos diisi satu regu petugas BPBD.

“Ketika di daerah pantau mereka terjadi bencana, petugas pos lapangan terdekat ini diharapkan bisa langsung melakukan penanganan awal. Seperti banjir bandang di Ngantang dan Jembatan putus di Kasembon, petugas pos lapangan di Ngantang langsung bergerak melakukan penanganan,” terang Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan.

Menurutnya, bencana alam yang terjadi di Kabupaten Malang setiap tahunnya selalu beragam. Seperti banjir, longsor, kekeringan, puting beliung serta lainnya. Tugas petugas pos lapangan yang disiagakan, harus bisa mencover semua bencana tersebut.

“Tidak hanya terjadi tanah longsor atau banjir, tetapi kalau di daerah terjadi kekerangan mereka juga harus sigap,” katanya.

Dikatakan Bambang, seluruh petugas yang disiagakan di pos lapangan sudah terlatih. Mereka sudah paham apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. “Prinsipnya melakukan penanganan awal dulu. Jika terjadi bencana besar, baru berkoordinasi dengan posko di Kantor BPBD,” ujar Bambang.

Disinggung dengan kejadian bencana, Bambang mengatakan di awal tahun 2021 sudah ada 10 kejadian. Mulai dari pohon tumbang, tanah longsor, angin kencang, jembatan putus sampai dengan banjir bandang. Tahun lalu, jumlah kejadian selama setahun ada sekitar 70 kejadian.

Bambang mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan selalu waspada. Terutama warga yang rumah berdekatan dengan tebing, karena berpotensi terjadi longsor saat musim hujan. Disarankan  lebih baik mengungsi sementara waktu ke rumah saudaranya.

“Bencana alam memang tidak bisa diprediksi. Namun ketika kondisi cuaca tidak bersahabat, warga yang tinggal dekat tebing lebih baik mengungsi dulu, sampai kondisi kembali normal,” paparnya.(ira/agp)