Berharap Ada Win Win Solutions, Sekda Kecewa Ada Pengerusakan Pohon Jeruk di Dau

M FIRMAN/Newmalangpos

NewMalangPos, MALANG-Pengerusakan puluhan pohon jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau cukup disesalkan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM. Pasalnya kejadian itu malah memperuncing masalah antara petani jeruk dengan pemerintah desa. Karena saat ini masih terjadi sengketa terkait tanah kas desa (TKD) yang disewa petani untuk kebun jeruk.

Wahyu mengaku cukup kaget dengan kabar pengerusakan pohon jeruk. Sebab sejak awal, dia sudah meminta Camat Dau serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk memfasilitasi pertemuan antara petani jeruk dan pemerintah desa. Tujuannya supaya mendapat solusi terbaik dan tidak sampai bersaing ke meja hijau.

Hasil dari pertemuan itupun, sudah ada kesepakatan antara petani jeruk dengan pemerintah desa. Yakni lahan jeruk yang dikerjakan petani, akan dikelola oleh BUMDes. “Tetapi kok tiba-tiba saya mendapat informasi ada pengerusakan tanaman jeruk.  Apalagi kedua pihak sampai saling lapor ke polisi,” ungkap Wahyu Hidayat.

Ia mengatakan, bahwa saat mediasi semua pihak diundang. Kemudian disepakati tahun ini akan dilelola oleh BUMDes berdasarkan kesapatakan masyarakat Desa Selorejo, karena sebelumnya tanah kas desa tersebut masih ada ikatan sewa menyewa. Siapa ketua BUMDes yang akan mengelola juga diserahkan pada desa.

Namun kesepakatan bersama belum tuntas, kedua pihak malah mencari keadilan sendiri dengan saling melapor. Dia berharap konflik yang terjadi bisa berakhir. Petani jeruk dan pemerintah desa bisa menemukan win win solutions untuk mengembangkan lahan yang saat ini menjadi sengketa.

“Harusnya ada win win solutions. Kami memahami kebutuhan petani dan pemerintah desa. Tetapi sewa petani itu harus diselesaikan dulu, baru diserahkan ke BUMDes, nantinya BUMDes yang akan memilih penyewanya,” tandasnya.(ira/agp)