ADM Permudah Masyarakat Urus Administrasi, Lima Kecamatan Jadi Percontohan

NEW MALANG POS, MALANG – Rencana pengadaan Anjungan Dukcapil Mandiri Kabupaten Malang sempat tertunda. Karena Covid-19 proyek pengadaan ini terhenti. Transisi new normal memungkinkan pengadaan ADM lagi. Demi memudahkan masyarakat mengurus e-KTP dan lainnya.

“Kami sudah cantumkan itu di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),” ujar Sirath Aziez, Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang kepada New Malang Pos, Jumat (10/7).

ADM sudah menjadi proyek percontohan Pemprov Jatim di dua kabupaten. Yaitu Jombang dan Magetan.

Setelah terbukti bisa terlaksana, penggunaannya direplikasi. Semua daerah kini berencana memakai ADM. Termasuk Kabupaten Malang. Aziez mengaku baru bisa mengusulkan anggaran untuk lima kecamatan. Yaitu, Lawang-Singosari, Dampit, Kepanjen, Pagak dan Ngantang.

“Atas instruksi Bupati, dicoba di lima kawasan itu dulu,” ujar Aziez. Tiap ADM berharga Rp 200 jutaan. Sehingga, tahun 2020 ini ada anggaran Rp 1 miliar diajukan.

Dalam proses PAK, ADM diutamakan demi memudahkan masyarakat. Aziez mengklaim ADM bisa mencegah warga buang waktu.
Dulu warga harus datang ke kantor Dispendukcapil. Entah itu urus KTP, KK, KIA, akte kelahiran dan kematian. Dengan ADM, Aziez yakin pelayanan administrasi bisa disingkat. Warga dari Lawang, tak perlu lagi datang ke Kepanjen. Selama persyaratan memenuhi, KTP bisa diambil di ADM setempat.

“Alat itu bisa dioperasikan masyarakat. Cetak KTP di situ. KIA, KK, akte lahir dan kematian di situ pula. Memang tetap ada proses. Harus memenuhi persyaratan standar. Tapi ADM bisa bikin lebih cepat dan efisien. Cukup sehari tidak perlu lagi ke kantor Pendukcapil,” sambung Aziez.

Apalagi Aziez mengklaim blangko KTP selalu tersedia. Tidak ada lagi suket alias surat keterangan. “Pengajuan akhir-akhir ini tak ada masalah. Blangko selalu tersedia,” tutup Aziez.(fin/agp)